Hukum & Kriminal

Sudah Bergaji Rp 4,2 Juta, Oknum Pegawai Linmas Curi Motor

Pelaku pencurian sepeda motor yang ternyata pegawai honorer Linmas Pemkot Surabayanusai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kenjeran, Surabaya, belum lama ini. [Foto/istimewa]

Surabaya (beritajatim.com) – “Kami terkejut karena pelaku adalah petugas Linmas Pemkot yang gajinya sampai Rp 4,2 juta. Tapi dia malah mencuri sepeda motor,” begitu penjelasan Kapolsek Kenjeran, Kompol Esti Setija Oetami kepada beritajatim.com, Sabtu (11/4/2020).

Salah satu oknum pegawai honorer Linmas kota Surabaya nekat melakukan aksi pencurian di Jalan Tanah Merah Surabaya, Senin (6/4/2020) siang. Pelaku yang diketahui berinisial HK (23) asal Semampir Surabaya itu tertangkap basah saat membawa motor orang. Korbannya adalah Joko Suprapto (50) warga Tanah Merah 48. Dia yang melihat motornya dibawa orang, lantas teriak dan mengejar pelaku.

“Saat itu, korban memarkir sepeda motor Beat bernopol L 2845 QG di depan rumahnya dengan kunci tertancap. Korban memarkir kendaraannya sebentar di luar karena mengambil helm. Kuncinya memang sengaja ditancapkan. Dia pikir aman-aman saja,” papar Kompol Esti.

Hasrat pelaku untuk mencuri tak bisa dibendung ketika melihat kunci motor tertancap, saat pelaku melintasi rumah korban. Pekerja honorer dan anak tunggal ini akhirnya mengambil keputusan menuntun motor korban. Pelan-pelan ia menuntun karena berharap tak ada yang mengtahui. Tapi korban justru keluar rumah dan melihat motornya dibawa pergi. Baru beberapa meter, Joko kemudian teriak dan warga pun keluar.

“Korban teriak maling dan langsung diikuti dengan kerumunan warga. Pelaku akhirnya bisa ditangkap. Beruntung pelaku beraksi tak memakai seragam kerja. Jadi pelaku pun langsung diserahkan ke polisi. Dan benar saat dilakukan pengecekan sesuai hasil interogasi, pelaku memang pegawai honorer di Linmas,” tambah Esti.

Pelaku pun mengaku hasrat mencurinya timbul tiba-tiba bukan karena direncanakan. Karena terpikir mau melunasi utang lama, dia mengambil motor untuk dijual. Nah uang penjualan rencananya untuk membayar utang. Terlebih pelaku juga memiliki ayah yang sakit keras sehingga kebutuhan uang pun meningkat.

“Pengakuan pelaku itu gaji cukup. Tapi dia punya utang dan sang ayah sakit. Jadi itulah alasan kenapa dia mencuri motor,” tegas mantan Kapolsek Rungkut ini.

Kini polisi sudah melayangkan berkas SPDP (surat perintah dimulainya penyidikan). Polisi pun berharap tak ada petugas yang mengikuti jejak pelaku karena sudah bekerja dan berpenghasilan cukup. Tas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar