Hukum & Kriminal

Sudah Bayar Pengobatan Rp 5 Juta, Suami yang Bakar Istri Minta Keringanan Hukuman

Surabaya (beritajatim.com) – Maspuryanto meminta keringanan hukuman atas tuntutan delapan tahun enam bulan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang minggu lalu. Kali ini, pria usia 48 tahun ini memohon kemurahan hati majelis hakim agar meringankan hukuman pada dirinya.

Dalam pembelaan yang dia ajukan melalui penasihat hukumnya Fadli Ramadhan, terdakwa menyatakan bahwa dirinya pantas untuk mendapat keringanan hukuman karena dia sudah menanggung biaya pengobatan isterinya tersebut.

“Mengingat terdakwa sudah memberi uang untuk biaya pengobatan pada korban.
Uang untuk biaya pengobatan tersebut, lanjut Fadli, besarannya sekitar Rp 5 juta. Uang tersebut ditransfer oleh saudara Maspuryanto pada keluarga korban pada tanggal 20 Oktober 2019. Selain sudah memberi bantuan uang, permintaan keringanan hukuman itu juga karena terdakwa kooperatif selama sidang. “Terdakwa juga tidak pernah menjalani perkara pidana,” kata Fadli dalam pembelaannya, Rabu (4/3/2020).

Sebelumnya, Maspuryanto (48) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rosyid dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, dituntut 8 tahun 6 bulan penjara. JPU menilai terdakwa terbukti melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah sesuai pasal 44 ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Seperti diberitakan sebelumnya, Maspuryanto diduga membakar istrinya sendiri, Putri Nalurita (19) di kamar kos-nya di Jalan Ketintang Baru III A. Peristiwa tragis ini bermula ketika pada Selasa (15/10/2019) sekitar pukul 09.00 WIB, Sumiati, ibu korban, mengantar Putri ke kost untuk mengemasi barang-barangnya yang hendak dibawa pulang ke kampung halaman di Tuban. Hal ini dilakukan karena sebelumnya sering terjadi cekcok antara Maspuryanto dengan Putri.

Namun saat itu, Maspuryanto hendak menghalang-halangi keinginan korban untuk pulang ke Tuban. Hingga kemudian terjadi pertengkaran. Ibu korban yang saat itu kebetulan sedang berada di kost, dengan maksud mendampingi korban untuk pulang ke Tuban, sedang menerima telepon. Tiba-tiba mendengar teriakan korban dari dalam kamar.

Dia kemudian bergegas mendatangi kamar dan menyaksikan anaknya mengalami luka bakar. Barang-barang disekitar korban juga terbakar. Suami Putri lalu kabur menggunakan sepeda motor penjaga kost.

Ria Santi, salah satu penghuni kost mengaku melihat korban terbakar pada tubuh bagian depan. Korban juga sempat berlari ke depan rumah dan berupaya meminta pertolongan. “Dia (korban) minta tolong tapi tidak ada yang berani menolong. Sempat duduk di depan dengan kondisi muka, leher, dan dada terlihat lecet dan berasap” katanya.

Setelah api di tubuhnya padam, korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan becak. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Korban mengalami luka bakar hingga 20 persen. [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar