Hukum & Kriminal

Suami Zikria Ingin Ketemu Risma Langsung Minta Maaf

Pengacara dan suami Zikria saat menggendong anak bungsunya usai mendatangi kantor Satreskrim Polrestabes, Surabaya, Jumat (7/2/2020).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Usai mengirimkan surat permohonan maaf ke Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Asmara Jaya (52) suami Zikria Dzatil (46)  kembali melayangkan surat dan mendatangi langsung kantor Wali Kota Surabaya. Dia datang dengan pengacaranya dan menggendong anaknya yang masih balita.

“Tadi saya sudah ke  pemkot Surabaya. Saya sudah bertemu dengan Humas dan Bagian Hukum Pemkot. Tadi menyampaikan surat untuk permohonan pertemuan langsung,” kata Asmara Jaya, Jumat (7/2/2020).

Sementara saat ditanya tujuan permohonan pertemuan langsung dengan wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini, Ndaru mengaku ingin menyampaikan betapa beratnya kehidupan pasca tertangkapnya sang istri.

Bahkan dalam isi surat yang disampaikan, Ndaru menyebutkan bahwa dirinya telah gagal mendidik iman sang istri. Maka dari itu dengan dasar bahwa anak bungsu juga butuh Air Susu Ibu (ASI) serta kasih sayang sang ibu, pihaknya mengharapkan minimal bisa meminta maaf secara langsung.

“Saya murni ingin minta maaf secara langsung agar lebih lega. Kasihan juga anak saya saat bangun tidur selalu memanggil nama mamanya dan minta ketemu sama mamanya,” pungkas Ndaru.

Sementara itu, Advent Deo Randi kuasa hukum Zikria menjelaskan, maksud dirinya datang ke Polrestabes untuk menanyakan tindak lanjut pengajuan penangguhan. Hanya saja, surat yang dilayangkan pada dua hari lalu ini belum disahkan oleh pimpinan penyidik.

Menurutnya, jika memang sang suami yakni Ndaru Asmara Jaya tak bisa jadi jaminan. Maka pihaknya juga bersedia menjadi jaminan untuk dikabulkannya penangguhan kliennya ini.

“Awalnya penangguhan jaminannya adalah bapaknya ini (suami Zikria.red). Tapi kemarin Kamis (6/2/2020) saya ajukan ulang surat penangguhan dengan jaminannya saya sendiri,” papar Deo.

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menyatakan penangguhan penahanan masih dalam proses persetujuan. Ada beberapa aspek yang harus dicermati dan dipenuhi oleh pengaju dalam hal ini kuasa hukum pelaku.

“Penangguhannya masih dalam proses dan nanti kita kabari apakah disetujui atau tidak. Yang pasti surat penangguhan sudah kami terima,” pungkasnya.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar