Hukum & Kriminal

Suami Kebacut!! Jual Istri Lewat Twitter untuk Layananan Foursome

Tuban (beritajatim.com) – Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban berhasil mengungkap dan menangkap seorang pria asal Sragen, Jawa Tengan yang tega menjual istrinya sendiri melalui akun Twitter dengan memberikan layanan fantasi seks foursome, Jumat (20/3/2020).

Pria yang rela menjual istrinya untuk layanan seks itu diketahui berinisial AEM (28), seorang sopir warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Adapun untuk istrinya yang dijual lewat twitter untuk melayani fantasi seks itu berinisial SS (23), yang juga warga desa setempat.

Data yang dihimpun beritajatim.com, kasus prostitusi online yang beroperasi di wilayah hukum Polres Tuban itu berhasil diungkap oleh jajaran Sat Reskrim Polres Tuban pada hari Selasa (17/3/2020) kemarin. Lokasinya berada di salah satu hotel di Kota Tuban itu.

“Tersangka ini melakukan eksploitasi istrinya untuk layanan seksualnya. Bentuknya yaitu dengan layanan fantasi foursome,” terang AKBP Ruruh Wicaksono, Kapolres Tuban saat melakukan konferensi pers kasus layanan fantasi seks secara online itu.

Pelaku AEM itu sendiri menjual istrinya itu dengan menggunkan akun twitter bernama Pasutri Solo dengan bio profil open pasutri wf23//Hb28. Yang mana di akun tersbut juga diberikan nomer WA yang dijadikan sebagai nomor untuk transkasi pemesanan layanan fantasi seks dalam satu kamar dengan empat orang itu.

Setelah memberikan harga, pelaku ini kemudian berjanjian dengan penyewa layanan itu di sebuah kamar hotel yang ada di Kota Tuban itu. Awalnya mereka terlebih dahulu membayar uang muka sebesar Rp 500 ribu dengan alasan supaya tersangka ini tidak ditipu oleh penyewanya.

“Untuk tarifnya bervariasi antara satu setengah juta sampai enam juta rupiah,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan bahwa AEM ini merupakan pelaku yang sudah melayani jasa layanan fantasi seks foursome antara provinsi di pulau jawa. Mereka berpindah-pindah dari kota-kota baik yang ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur.

“Berdasarkan pengakuan tersangka ini sudah sembilan kali melakukan perbuatan ini mulai di Jakarta, Solo dan kota lainya. Dan untuk yang di Tuban baru pertama kali ini,” papar AKBP Ruruh Wicaksono. [mut/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar