Hukum & Kriminal

Suami Istri Digeruduk dan Dianiaya Banyak Orang, Pemicunya Sepele

Sampang (beritajatim.com) – Pasangan suami istri (pasutri) H.Sahar (57) dan Hj Samuna (50) warga Desa Patapan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, terpaksa menjalani perawatan medis di RSUD setempat. Keduanya mengalami penganiayaan.

Informasinya, penganiayaan yang menimpa korban, terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (18/8/2020) kemarin. Saat itu, putra pasutri tersebut, bernama Udaifi (25) menghadiri tahlilan di Desa setempat, setelah sampai di lokasi, Udaifi lalu parkir sepeda motornya. Setelah itu, turun dan berjalan menuju tempat tahlil. Tetapi, tanpa disadari, Udaifi menyenggol pelaku dan melayangkan tinju kepada Udaifi.

Setelah insiden pemukulan itu, Udaifi langsung pulang. Namun sesaat kemudian, puluhan warga mendatangi rumah korban dengan mengacungkan celurit

“Para pelaku langsung merusak pagar rumah, setelah itu tanpa basa basi saya langsung dianiaya,” kata H. Sahar, saat didatangi oleh beberapa awak media di RSUD Sampang, Kamis (20/8/2020).

Menurut H. Sahar, para pelaku penganiayaan itu diperkirakan 70 orang. Sayangnya, hanya tiga orang yang dikenali korban. “Yang saya ingat pelaku penganiayaan itu adalah inisial R, I dan T,” imbuhnya.

“Akibat penganiayaan itu masih lebam di wajah dan istri mengalami patah tulang di tangan. Kasus ini sudah saya laporkan ke Polsek Torjun,” imbuhnya.

Terpisah, Iptu Heriyanto, Kapolsek Torjun saat dikonfirmasi lewat selulernya membenarkan telah terjadi penganiayaan di wilayahnya. “Saat ini masih proses penyelidikan, setiap ada perkembangan, pihaknya langsung melaporkan ke Polres,” tandasnya. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar