Hukum & Kriminal

Suami Dipenjara di Lapas Sidoarjo, Istri Disuruh Jualan Sabu 4,7 Kg

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, didampingi Kanit II Satnarkoba, Iptu Danang saat gelar perkara pengungkapan kasus narkoba sebanyak 4,7 kg di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (17/9/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya, (beritajatim.com) – Nunuk (28) terpaksa harus mendekam penjara karena tertangkap membawa sabu seberat 4,7 kg. Padahal Nunuk beralasan berniat hati ingin memberikan yang terbaik buat anaknya ini ternyata mengikuti perintah suaminya.

“Suami saya di lapas Sidoarjo. Melalui komunikasi WA (Whatapp) suami saya minta mengambil barang yang isinya sabu,” ujarnya kepada beritajatim.com di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (17/9/2019).

Lebih lanjut Nunuk mengaku, dirinya setidaknya sudah mengambil sabu sebanyak 10,7 kg untuk dijual di daerah Surabaya.

Dari penjelasan ibu dua anak ini, pertama dirinya diminta sang suami mengambil dan mengirimkan sabu sebanyak 3 kg dan lolos dari pengintaian Polisi. Ibu muda ini pun memperoleh imbalan sekitar Rp 4 juta hingga Rp 7 juta.

Kemudian aksi kedua Nunuk juga diminta suami untuk mengambil narkoba lagi sebanyak 3 kg. Aksi kedua ini berhasil lepas dan ia kirimkan ke seorang yang tak ia kenal di Surabaya. Kembali Nunuk memperoleh uang Rp 4 jutaan.

“Yang pertama dulu juga ambil dan kirim narkoba seberat 3 kg. Tapi yang ke tiga ini disuruh ambil 4,7 kg oleh suami saya juga,” katanya.

Hanya saja, untuk aksi ke tiganya, Nunuk ternyata tercium oleh Kepolisian dari Unit dua Satnarkoba, Polrestabes Surabaya yang dipimpin oleh Iptu Danang.

Meski sempat kehilangan jejak dan kesulitan menggali informasi pergerakan kurir narkoba ini. Pihak kepolisian pun akhirnya berhasil mengamankan pelaku Nunuk ini saat hendak mengirim barang haram tersebut.

“Kita sempat kesulitan dan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mengungkap kasus narkoba sebanyak 4,7 kg ini,” jelas Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.

Lebih lanjut perwira melati tiga ini menjelaskan, pelaku merupakan jaringan narkoba dari dalam lapas. Menurut hasil pengungkapan, pelaku dari dalam lapas menggunakan ponsel untuk mengendalikan kurir di luar. Sampai akhirnya narkoba yang dikirim dari Jakarta ini bisa sampai ke bandar narkoba di Surabaya.

“Kita berhasil ungkap narkoba yang cukup signifikan ini. Setidaknya dari sitaan ini kita bisa selamatkan ribuan warga di Surabaya,” tandas Kombes Pol Sandi.

“Soalnya narkoba ini memang khusus untuk diedarkan di Surabaya,” pungkasnya.

Tak hanya Nunuk, Adi alias DI (37) juga diamankan petugas karena turut serta melancarkan pengiriman dan pengedaran sabu 4,7 kg ini.

Menurut petugas, dari tangan kedua tersangka ini petugas mengamankan barang bukti buku tabungan an Sri XX, tiga ponsel pintar, dan dua kendaraan sepeda motor.

“Saat ini masih pengembangan dan kita akan cari tahu siapa pelaku lain yang turut serta mengirimkan narkoba ini,” jelas Kanit II Satnarkoba, Polrestabes Surabaya, Iptu Danang.

Kini, kerua tersangka sudah mendekam di sel tahanan Polrestabes Surabaya. Keduanya akan dijerat dengan UU penyalahgunaan narkotika pasal 112 JO 114 dan 127.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar