Hukum & Kriminal

Sosok Pembunuh Sopir Grab di Mata Mantan Guru Ngajinya

Kepala Desa Tanon Kusnadi

Kediri (beritajatim.com) – Kusnadi, Kepala Desa Tanon, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri masih belum percaya apabila Himawan Eka Febrianto tega melakukan perampokan dan pembunuhan sadis terhadap sopir Grab asal Pandaan, Pasuruan. Pasalnya, Eka dikenalnya sebagai sosok yang taat beragama dan pekerja keras.

“Dengan kejadian ini juga kaget. Apakah salah pergaulan atau bagaimana. Dulunya anaknya tidak seperti itu. Dulu terbiasa mengaji ke masjid. Bahkan saya guru ngajinya saat TPQ,” kata Kusnadi ditemui di kantornya, Selasa (2/2/2021).

Himawan Eka Febrianto lahir di Desa Tanon. Sejak kecil, dia dikenal sebagai anak yang santun, taat beragama dan pekerja keras. Eka, begitu panggilan akrab putra Tutik (45) itu sudah menjadi tulang punggung keluarga saat usianya masih bocah.

“Eka ini anak tunggal. Orang tuanya bercerai saat masih kecil. Kemudian dia diasuh oleh ibunya seorang diri. Lulus SMP sudah langsung bekerja dan menjadi tukang punggung keluarganya,” imbuh Kusnadi.

Paksa lulus SMP, Eka ikut kerabatnya ke Pasuruan. Di sana ia bekerja sebagai sales roti keliling. Sejak itu, Eka tumbuh dan besar di Pasuruan. Sampai akhirnya menikah dan dikaruniai satu orang anak.

Selama tinggal dan menetap di Pasuruan, Eka jarang pulang ke kampung halamannya di Desa Tanon. “Jarang sekali pulang. Hanya saat lebaran mengunjungi ibunya. Tetapi saat pulang anaknya juga baik, kadang mengajak teman temannya makan atau beli ayam untuk dibakar dan dimakan bersama-sama,” kenang Kusnadi yang terakhir berjumpa Eka, sekitar empat tahun silam.

Oleh karena itu, Kusnadi merasa ada perubahan tabiat dalam diri Eka. Anak yang dulu santun, pendiam dan taat beragama, menjadi sosok yang sadis karena membunuh dan merampok. Menurutnya, Eka telah salah bergaul.

“Mungkin karena faktor ekonomi atau apa. Mungkin juga karena salah dalam bergaul. Sangat berbeda sekali dengan yang saya kenal dulu,” ucap Kusnadi, sang mantan guru ngaji pelaku.

Masih kata Kusnadi, Tutik, ibu pelaku sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Bahkan, saat pertama kali mengetahui putra semata wayangnya tersebut terlibat kasus pembunuhan, langsung menangis sejadi-jadinya dan berguling-guling.

“Kami berusaha memberikan pendampingan kepada ibunya untuk menguatkan jiwanya. Kami sampaikan ini adalah pelajaran hidup dan jalan yang harus dilalui oleh setiap manusia. Perlahan ibunya mulai sadar,” tutupnya.

Berdalih terlilit hutang cicilan rumah, Himawan Eka Febrianto melakukan aksi perampokan dan pembunuhan terhadap sopir Grab asal Pandaan, Pasuruan, Moh Kholis (32). Untuk menghilangkan jejak kejahatannya, pelaku membuang mayat korban di Desa Sidomulyo, Purwoasri, Kabupaten Kediri.

Pelaku menghabisi nyawa korban dengan menusuk dadanya menggunakan pisau dapur yang sudah dipersiapkan dari rumah. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana 340 KUHP dan 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar