Hukum & Kriminal

Soal Vonis Kebiri Terdakwa Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto, Ini Komentar Pengadilan Tinggi

Surabaya (beritajatim.com) -Vonis kebiri yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto terhadap Muhammad Aris, Predator yang telah memperkosa 9 anak mendapat sorotan dari berbagai pihak dan menimbulan pro dan kontra.

Pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim sendiri menolak untuk menjadi eksekutor dalam pelaksanaan hukuman kebiri kimia yang dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto tersebut.-

Menanggapi pernyataan IDI, pihak Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya melalui Humas Untung Widarto menyatakan tentunya IDI punya alasan yuridis dan itu bukan urusan PT.

Menurut Untung, pihak pengadilan sendiri tentunya dalam menjatuhkan putusan berdasarkan landasan hukum jelas dan sesuai undang-undang yang berlaku.

“Itu kebijaksanaan aparaturnya, peraturan pelaksaannya, bisa dilaksankan atau tidak. Dalam hal ini kalau pengadilan menjatuhkan putusan, itukan landasan hukumnya ada, memang ancaman hukumnya adalah kebiri. Persoalan kebiri nanti dengan acara apa kan dari eksekutor,” kata Untung.

Terkait ekseskusi vonis kebiri terhadap predator anak dengan mengunakan kimia atau tidak, menurut Untung hal tersebut diluar kewenangan pihak Pengadilan.

“Ndak tahu bentuk eksekusi nanti apakah kimia, apakah itu tidak memfungsikan dengan cara lain, itukan diluar konteks pengadilan. Karena pengadilan itu acuannya adalah undang-undang. Dan undang-undang memungkinkan dijatuhkan hukuman seperti itu (kebiri),” lanjut Untung.

Untung juga berpendapat jika undang-undang mencantumkan memperbolehkan putusan kebiri kepada pelaku seks menyimpang. Menurutnya teknis eksekusinya harus diperjelas peraturan dan perangkatnya.

“Jadi kalau saya berpendapat, kalau undang-undangnya mencantumkan membolehkan adanya putusan kebiri terhadap pelaku itu (predator anak) seksual yang menyimpang. Ya perarturan perangkatnya dilengkapi dong, bagaimana cara melaksanakannya, bagaimana bentuknya, seperti apa, dimana dilaksanakan, kan begitu,”pungkasnya. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar