Hukum & Kriminal

SMP 1 Jogoroto Dikuras Maling, Pelaku Masuk Lewat Atap

Jombang (beritajatim.com) – Pencuri menyatroni SMPN 1 Jogoroto Jombang. Pelaku masuk lewat atap dengan cara menjebol plafon. Selanjutnya, menggondol HP (Hand Phone) dan laptop yang ada di ruang guru. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi.

“Pelaku sudah berhasil kami tangkap. Selain itu kami juga menyita sejumlah barang bukti. Dalam aksinya, pelaku masuk dengan cara menjebol plafon seorang diri,” kata Kapolsek Jogoroto AKP Bambang Setiyobudi, Selasa (29/9/2020).

Bambang menjelaskan, peristiwa itu diketahui pada Sabtu (26/9/2020), yakni ketika petugas kebersihan Amri Rukmana datang ke sekolah yang berada di Dusun Tugurejo, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto untuk menunaikan tugasnya. Namun ketika membuka ruang TU (Tata Usaha) Amri cukup kaget.

Pasalnya, HP miliknya merk Mi A2 Lite Android one beserta casnya yang sebelumnya diletakkan di atas meja guru sudah tidak ada di tempat semula. Selanjutnya korban mencari laptop merk Toshiba warna merah ukuran 14 Inch yang sebelumnya diletakkan d iatas meja guru juga sudah tidak ada.

Nah, ketika korban mencari barang-barang, diketahui plafon dalam ruang TU telah rusak. Bahkan beberapa kabel pada mesin kontrol CCTV telah tercabut. Diduga pelaku masuk dengan cara melubangi plafon dan mengambil barang-barang milik korban. Selanjutnya pelaku keluar melalui jalan yang sama.

Atas kejadian tersebut, korban melaporkan peristiwa tersebut ke kepala sekolah dan diteruskan melapor ke Polsek Jogoroto. “Dari laporan itu, kami kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap pelaku,” kata Kapolsek.

Dari pemeriksaan, pelaku diketahui bernama Anwar Sadad alias Kawuk (40), kuli bangunan asal Dusun Sumberbendo, Desa/Kecamatan Jogoroto. Kepada polisi, pelaku mengakui semua perbuatannya. Pelaku juga mengakui masuk ke SMP 1 Jogoroto dengan cara menjebol plafon.

“Kami juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, linggis besi 50 cm, satu dosbook HP MI A2 Lite android, cas warna putih merk DK prime, serta sarung warna hijau hitam. Pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan,” pungkas Bambang. [suf/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar