Hukum & Kriminal

SK CPNS Palsu Beredar di Sampang

Foto: SK CPNS Palsu

Sampang (beritajatim.com) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang mengimbau kepada seluruh warga. Imbauan terkait beredarnya surat pengangkatan Calon Pegawai Negeri Pipil (CPNS) yang ditengarai bukan produk Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia.

Plt Kepala Dinas BKPSDM Arif Lukman Hidayat menyatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti atas beredarnya surat pengangkatan CPNS untuk Kabupaten Sampang.

“Yang pasti itu bukan produk BKN dan saya mengimbau kepada warga untuk segera melaporkan kepada aparat jika mendapat telpon atau ada oknum yang berusaha melakukan penipuan,” terangnya, Selasa (15/9/2020).

Pria yang akrab disapa Yoyok itu menambahkan, dengan beredarnya SK palsu itu pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BKN. Hasilnya dipastikan bahwa SK itu bukan produk resmi.

“Surat putusan itu bukan produk kami sesuai dengan rilis bahwa itu bukan produk BKN,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, surat pengangkatan CPNS tersebut palsu itu dilengkapi kop surat Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan ditandatangani Kepala BKN. Serta menampilkan nama, NIP, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, pendidikan peserta CPNS, dengan masa percobaan.

Tak hanya itu, tertera juga gaji yang akan diterimanya, yakni Rp 1,87 juta, ditambah penghasilan lain yang sah terhitung mulai 1 Oktober 2020. Surat tersebut ditetapkan di Jakarta, 10 September 2020, dan ditandatangani Kepala BKN, Bima Haria Wibisana. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar