Hukum & Kriminal

Sindikat Penipuan Beras Antar Provinsi Berhasil Diungkap Polresta Mojokerto

Dua pelaku sindikat beras antar provinsi saat digiring petugas. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sindikat penipuan beras antar provinsi berhasil diungkap anggota Unit Opsnal Resmob Satreskrim Polresta Mojokerto. Dua pelaku dari lima pelaku berhasil diamankan setelah melakukan menipu korban melalui media sosial (medsos) Facebook (FB) grup perdagangan beras.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendi mengatakan, pengungkapan sindikat penipuan beras antar provinsi setelah pihak menerima laporan dari korban.

“Korban merupakan warga Lamongan yakni pemilik beras. Pelaku masuk dalam grup perdagangan beras di FB,” ungkapnya, Senin (22/6/2020).

Ada dua pelaku dari lima pelaku sindikat penipuan beras antar provinsi yang berhasil diamankan. Yakni M Effendi Setiawan (69) warga Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto dan Yansen Litupea (56) warga Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendi. [Foto: misti/bj.com]
“Sindikat ini memesan beras seberat 7 ton dengan harga Rp62,6 juta. Namun mengatakan sudah mentransfer dan mengirim bukti transfer, bukti itu palsu. Karena korban percaya sehingga korban menurunkan barang pesanan pelaku. Usai menurunkan barang dan kembali ke Lamongan, dalam perjalanan korban ke ATM namun uang belum masuk,” katanya.

Berdasarkan hasil Penyelidikan diketahui keberadaan pelaku pertama yakni M Effendi Setiawan yang berperan sebagai penerima beras dari korban. Pelaku diamankan pada, Senin (15/6/2020) sekira pukul 16.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan berkembang kepada pelaku 2 yaitu Yansen Litupea.

“Yansen berperan sebagai penerima dan penjual beras serta membagi uang hasil kejahatan. Pelaku 2 diamankan di rumahnya yang ada di Sidoarjo pada, Kamis pekan lalu. Kasus ini masih dalam pengembangan karena masih dilakukan pengejaran terhadap pelaku yang komunikasi awal dengan korban. Ada tiga pelaku lagi,” jelasnya.

Kasat menambahkan, kasus penipuan tersebut merupakan sindikat karena pelaku lebih dari satu orang dan memiliki peran yang berbeda. Dalam setiap aksinya di sejumlah kota, pelaku berbeda. Dari hasil keterangan para pelaku jika sindikat penipuan beras antar provinsi tersebut sudah beraksi di beberapa kota.

Dalam kasus tersebut diamankan sejumlah barang bukti diantaranya, satu buah flasdish berisi rekaman video giat pembongkaran beras 7 ton di Ruko terminal Kertajaya Kota Mojokerto pada tanggal 18 Mei 2020 lalu. Satu lembar lembar faktur UD SUMBER TANI Desa Kramat, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan.

Satu lembar kwitansi pembelian beras senilai Rp61,6 juta dengan penerima dan atau yang menandatangani adalah M Effendi Setiawan. Kedua pelaku dijerat Pasal 378 dan Pasal 372 tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman penjara selama empat tahun.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar