Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Simpan Sabu di Selipan Buku, Perempuan Cantik Ditangkap Polisi Surabaya

AF dan SW saat diamankan Polrestabes Surabaya.

Surabaya (beritajatim.com) –AF (33) harus merasakan jeruji besi, usai ketahuan menyimpan sabu di selipan buku yang ia simpan. Akibatnya, ia ditangkap Unit Idik II Satreskoba Polrestabes Surabaya, Senin (27/12/2021) sekitar pukul 19.00 WIB, di tempat Kostnya Jl Simo Pomahan.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Daniel Marunduri menjelaskan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang aktivitas yang diduga transaksi sabu di tempat tersebut. Usai mendapat informasi tersebut, pihaknya lantas mengirim petugas berpakaian preman untuk menyelidiki.

“Setelah melakukan penyelidikan dari informasi tersebut, anggota kami langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka serta melakukan penggeledahani,” terang Daniel, Senin, (10/01/2022).

Di Dalam kamar wanita berparas cantik tersebut, petugas menemukan barang bukti 5 poket sabu dengan berat keseluruhan 4,2 gram, buku catatan, timbangan elektrik, 1 buah ponsel dan uang tunai Rp 250 Ribu yang diduga hasil transaksi.

Dalam pemeriksaan, AF mengaku bahwa barang bukti yang diamankan dalam kamarnya didapat dari tersangka SW (32) warga Jl Pakis Gunung yang diamankan keesokan hari nya.

“Tersangka mengaku mendapat barang bukti dari SW, mereka transaksi sehari sebelum diamankan, dengan cara diantar secara langsung ke tempat kostnya,” tambah Daniel.

Atas keterangan tersebut, petugas langsung melakukan penyergapan terhadap SW di kawasan Jl Tanjungsari, Kamis (28/12/2021) Dini hari. Dari keterangan tersangka, dirnya diperintah RY (DPO) bandar yang menyuruhnya mengantarkan sabu kepada pembeli.

“Tersangka SW ini merupakan kurir yang diperintah RY yang mana dirinya mengambil barang sebanyak 30 poket sabu dengan sistem ranjau di Gapura selamat datang Kabupaten Pasuruan pada 25 Desember 2021 lalu,” papar Daniel lebih lanjut.

“Dari keterangannya, tersangka nekat menjadi kurir narkoba karena terbelit hutang.” Pungkasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) subsieder Pasal 112 ayat (1) dan diancam pidana selama 10 tahun penjara. (ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar