Hukum & Kriminal

Simpan Sabu di Makam, Tujuannya untuk Kelabui Polisi, Tetap Saja Ketahuan

Surabaya (beritajatim.com) – Menghirup kebebasan dari jeruji besi tak membuat MI alias M Ismail (38) beralih ke dunia normal. Warga Jala Sawentar, Surabaya, ini justru kembali terjun dunia kriminal dengan menjual sabu-sabu. Parahnya lagi, pelaku justru menyimpan sabu di sekitar pemakaman umum yang ada di samping rumahnya.

Barang bukti sekitar 300 gram lebih ini ia simpan dalam makam umum dengan harapan aman. Hanya saja petugas Satuan Reserse Narkoba tetap ‘mencium’ modus pelaku. Sabtu (17/10/2020) dini hari pelaku kembali diciduk di rumahnya lantaran melakukan transaksi barang haram tersebut.

“Petugas yang mendapat informasi adanya peredaran narkoba, setelah menindak lanjuti dan melakukan penyelidikan, akhirnya kita dapat menangkap tersangka di rumahnya,” jelas Kanit Idik III Satreskoba Polrestabes Surabaya, Iptu Eko Julianto, Jumat (23/10/2020).

Eko juga menjelaskan, saat melakukan penggerebekan, di kamar tersangka hanya mendapat barang bukti 1 poket sabu, plastik klip dan timbangan elektrik. Petugas yang melakukan penyisiran di sekitar rumah tersangka, mendapat petunjuk 1 buah plastik klip kosong di belakang rumahnya, yang berbatasan langsung dengan makam.

“Dari petunjuk itu, kami melakukan penyisiran di sekitar makam hingga pagi hari dan menemukan barang bukti sabu seberat 311,98 gram yang dipendam di kuburan,” tambah Eko.

Meski sebelumnya tersangka tidak koperatif dan mengaku hanya memiliki 1 poket sabu yang ditemukan di kamarnya. Petugas kembali melakukan penggeledahan tempat adanya warga yang melihat seseorang mengubur sesuatu di makam.

Hanya saja pria yang baru bebas tiga bulan lalu dalam kasus narkoba tersebut, untuk menghindari kecurigaan warga, ia hanya dilakukan transaksi di makam yang berada di belakang rumahnya.

“Jadi tersangka ini, saat melakukan transaksi dan menimbang barang, ya dilakukan di makam,” pungkasnya.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti sabu dengan berat keseluruhan 312.98 gram, 1 bendel plastik klip koson, 1 unit timbangan elektrik dan 2 unit ponsel yang dijadikan alat komunikasi saat melakukantransaksi.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat(2) Undang undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam pidana selama 20 tahun penjara. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar