Hukum & Kriminal

Simpan Sabu dalam Lubang Lantai, Polisi Amankan Ibu Muda dan 3 Pria

Pelaku dan barang bukti sabu yang diamankan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Selasa (19/5/2020).(Istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Setelah menembak mati bandar narkoba Iwan Hadi Setiawan (38), warga Manukan Ranu, Surabaya beberapa pekan laku, kini tim gabungan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap satu tersangka jaringan Iwan, yakni Ferry Fajar Sukmono (29), warga Jalan Rungkut Kidul III-D Surabaya.

Selain itu, petugas juga mengamankan pasutri siri yakni Abdullah (33) warga Jalan Tambak Asri XXX-A, Krembangan, Surabaya dan Sonya (32), warga Tulungagung, di Jalan Dukuh Kupang XXI Surabaya. Kemudian, Khoirul Rahman (20), warga Tambak Asri XXX-A, Surabaya.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan 5 gram dan 50 gram sabu. Tersangka diamankan dengan cara undercover buy di Jalan Rungkut Industri Raya, Surabaya.

“Kami amankan 200 gram dari tersangka Ferry. Ia mengaku mendapat sabu dari Iwan melalui seseorang di Lapas Pamekasan. Padahal, Iwan sudah kita tembak mati lantaran melawan dan menyimpan 100 kg sabu beberapa waktu lalu. Tapi jaringannya masih eksis,” ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian, Selasa (19/5/2020).

Mendapat informasi dari Ferry, polisi mengembangkan ke pengedar lainnya. Anggota gabungan mencari keberadaan pengedar di Jalan Dukuh Kupang XXI, Surabaya. Polisi menggerebek kos tersebut dan menemukan pasutri Abdullah dan Sonya. Mereka merupakan bandar sabu dan ditemukan lima gram di kosnya tersebut.

“Keduanya ikut menjual sabu. Empat paket sabu kami amankan. Barang bukti dan saksi serta pelaku sudah kita amankan untuk dimintai keterangan guna pengembangan lebih lanjut,” papar Memo.

Dalam interogasinya, tersangka Abdullah mengaku memiliki gudang di rumahnya di Jalan Tambak Asri. Tersangka dikeler ke rumahnya tersebut. Penggeledahan dilakukan hingga ditemukan tempat penyimpanan sabu di lubang lantai rumah.

Petugas yang ikut mencari barang bukti ini tak menyangka jika pelaku cukup cerdik menyimpan sabu di lubang lantai. Sebanyak 50 gram sabu diamankan dari rumah tersebut. Saat itu, ada tersangka Rahman yang akhirnya ikut diciduk. “Rahman ini sebagai kurir. Jika sabu habis di kos, maka ia yang mengambil dari gudang dan mengirimkan ke tersangka Abdullah,” terangnya. (man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar