Hukum & Kriminal

Simpan Sabu 33,52 gram di Kertas Tisu Dibalut Lakban, Polsek Pacet Amankan Warga Trawas

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis pengungkap kasus peredaran gelap narkoba.

Mojokerto (beritajatim.com) – Tohari Aris Prasetyo (43) warga Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Pacet. Dari tangan pelaku diamankan narkoba jenis sabu seberat 33,52 gram yang disimpan di dalam plastik klip yang dibungkus kertas tisu dan dibalut lakban warna coklat.

Tersangka diamankan di dekat Situs Kumitir tepatnya di pinggir jalan depan SDN Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto pada tanggal 10 November lalu. Tersangka diamankan sekira pukul 18.30 WIB dengan barang bukti berupa sabu seberat 33,52 gram dan sebuah Handphone (HP) merk Vivo.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, ada 18 laporan polisi yang diungkap anggota Satnarkoba Polres Mojokerto beserta polsek jajaran sejak bulan September hingga November 2020. “Dari 18 laporan polisi tersebut ada dua kasus yang menonjol. Yakni di wilayah Gondang yang diungkap anggota Satnarkoba dan yang diungkap Polsek Pacet,” ungkapnya, Jumat (20/11/2020).

Dari jajaran polsek, lanjut Kapolres, di wilayah Pacet dilakukan pengungkapan dengan tersangka atas nama Tohari dengan barang bukti berupa sabu seberat 33,52 gram. Barang haram tersebut disimpan dalam plastik kertas tisu yang dibalut dengan lakban. Tersangka diamankan di wilayah Jatirejo.

“Tersangka merupakan residivis kasus curanmor dan pencurian. Proses pengungkapannya dari pengembangan tersangka sebelumnya yang diamankan anggota Polsek Pacet. Di dalam proses pengembangan ini menggunakan teknik dan taktik dari proses pengembangan bisa diungkap dan petugas masih menelusuri asal barang haram tersebut,” katanya.

Saat ini, lanjut Kapolres, masih dalam proses pengembangan. Dalam peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polres Mojokerto, rata-rata para tersangka menggunakan sistem ranjau atau menempelkan barang haram tersebut di suatu tempat yang sudah ditentukan. Hal tersebut menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Polri untuk bisa mengungkap sampai ke akar-akarnya.

“Dengan barang bukti dengan jumlah yang signifikan dan siap edar ini sehingga bisa disimpulkan arah peredaran narkoba yakni ke tempat wisata. Seperti penangkapan tersangka Tohari yang dilakukan di dekat lokasi wisata, Situs Kumitir. Diperlukan pemantauan secara maksimal bersama stakeholder terkait untuk bisa bersama-sama memantau tempat wisata dan villa,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka Tohari (43) mengaku, disuruh seseorang untuk mengantarkan narkoba jenis sabu tersebut kepada seseorang. “Saya di suruh memberikan ke yang bersangkutan. Saya cuma menerima imbalan sebesar Rp25 ribu per gramnya. Baru kali ini (mengedarkan sabu, red),” tuturnya.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subs 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sebanyak 18 laporan polisi yang diungkap Satnarkoba Polres Mojokerto beserta polsek jajaran dari tanggal 11 September hingga 19 November 2020.

Sebanyak 18 laporan polisi tersebut diamankan barang bukti berupa sabu seberat 142,21 gram. Dari 142,21 gram tersebut, sebanyak 107,05 gram diamankan anggota Satnarkoba dan 35,16 gram diamankan polsek jajaran. Dari 18 laporan polisi tersebut, total ada 22 tersangka. Sebanyak 19 tersangka diamankan Satnarkoba dan tiga tersangka diamankan polsek jajaran. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar