Hukum & Kriminal

Sikapi Demo Pagar Nusa, AKBP Sudamiran Janji Tak Akan Tebang Pilih

Kumpulan warga yang mengatasnamakan Pencaksilat Pagar Nusa datangi mapolrestabes Surabaya, Selasa (7/4/2020). (istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Setelah ratusan pesilat Pagar Nusa berdemo ke Mapolrestabes Surabaya, Selasa (7/4/2020), Kepolisian akhirnya angkat bicara kepada jurnalis. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menjelaskan, pihaknya memastikan proses hukum masih berlanjut.

Tercatat setidaknya ada 15 saksi diperiksa atas dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Usut punya usut, korban yang meninggal ternyata adalah seorang anggota pesilat Pagar Nusa.

“Proses hukum terhadap pelaku pengeroyokan akan tetap ditegakkan tanpa pandang bulu. Mau apapun latar belakang pelaku pengeroyokan, kami tidak pandang bulu dan tentu akan kami proses,” kata Sudamiran kepada pewarta saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (7/4/2020).

Untuk memastikan para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan satu dari empat korban tewas itu, Satreskrim menerjunkan unit Resmob dan Jatanras untuk bersama menyelidiki kasus tersebut. Menurut informasi, tim Jatanras sudah menangani kasus ini.

“Jatanras dan Resmob sudah turun ke lapangan,” tambahnya.

Hingga kini, polisi masih bekerja dan sudah memeriksa 15 saksi atas kejadian tersebut. Saat ditanya apakah ada perselisihan dua kubu pesilat, Sudamiran belum bisa memastikan kasus tersebut.

Menurut data dan hasil pemeriksaan sementara, saat kejadian di lokasi banyak orang. Sehingga belum bisa dipastikan adanya perguruan pesilat lainnya.

“Di lokasi kejadian banyak orang kan, kami belum mengarah pada satu kelompok tertentu. Tapi yang pasti apapun latar belakangnya akan kami proses. Pengeroyokan itu terjadi di bawah Tol Juanda jalan Menanggal Harapan pada Sabtu (21/3/2020) lalu. Tunggu hasilnya nanti,” pungkasnya. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar