Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Sidang Tiga Polisi Nyabu, Banyak Hal Diungkap Saksi

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmat Hari Basuki mendatangkan saksi AKP Firso Trapsilo anggota Paminal Mabes. AKP Firso Trapsilo adalah yang melakukan penangkapan saat ketiga terdakwa pesta sabu di Hotel Midtown, Jl Raya Ngagel, Surabaya.

Banyak hal yang diungkapkan saksi dalam persidangan. Di antaranya dirinya bersama tim sebelumnya mendapat surat perintah penyelidikan (Sprindik) dari Kabid Propam, atas dugaan pelanggaran ketidak profesionalan serta kode etik terhadap anggota Polrestabes Surabaya.

“Setelah melakukan penyelidikan dan pendalaman serta memintai keterangan saksi korban, kami mendapat keterangan yang mengarah kepada saudara Eko Julianto,” terang Firso.

Atas keterangan tersebut, pihaknya melakukan pendalaman serta profeling terhadap Kanit Idik III Satreskoba Polrestabes Iptu Eko Julianto, hingga melakukan pembuntutan dan pengintaian di rumahnya.

“Kami sempat meminta keterangan dari saksi korban di rumahnya. Dari keterangan tersebut mengarah kepada saudara Eko Julianto, kami lakukan profeling dan pembuntutan hingga mengawasi rumahnya,” tambahnya.

Disinggung isi surat perintah (Sprint) yang dipegang sebagai dasar penangkapan oleh Jaksa penuntut umum, saksi menyatakan tidak ada keterkaitan dengan narkoba, melainkan tindakan ketidak profesionalan dan kode etik.

“Tidak ada terkait masalah narkoba, melainkan masalah ketidak profesionalan serta kode etik, dimana dari keterangan saksi suka minta uang,” tambah saksi AKP Firso lebih lanjut.

Atas penyelidikan tersebut, menurut saksi, timnya mengetahui terdakwa Iptu Eko Julianto berada di Hotel Midtown. Namun karena dirinya tidak mendapat akses masuk ke kamar, sehingga diputuskan menunggu di parkiran.

“Saat di parkiran itu, kami mendapati terdakwa Agung Pratidina keluar ke halaman parkir menuju mobilnya. Disitu kami langsung menanyakan maksudnya dan dijawab sedang menyanyi, dan disana muncul saudara I Made Sutayana sehingga keduanya kami periksa dan meminta menunjukan kamar hotel,” paparnya lebih lanjut.

“Jadi disana (kamar hotel) ada 5 anggota Polisi dan 3 warga sipil. Disitu kami menemukan barang bukti bong (alat hisap sabu) kemudian kami lakukan test urine,” ujarnya lebih lanjut.

Dalam test urine tersebut, para terdakwa Iptu Eko Julianto, Aipda Agung Pratidina dan Brigpol Sudidik dan tiga warga sipil lainnya hasilnya positif. Sementara 2 Polisi yakni Iptu I Made Sutayana dan Bripka Iwan (Polsek Tandes) negatif.

“Setelah kami mintai keterangan, saudara Eko mengaku masih memiliki barang bukti lainnya yang disimpan di ruang kerjanya (Idik III Polrestabes Surabaya) yang berada di laci mejanya,” ungkap Firso.

“Barang bukti yang ditemukan di ruang kerjanya itu, pengakuannya hasil dari penangkapan terhadap calon tersangka Ari Bimantara dan perkara lainnya,” sambung saksi.

Disinggung apakah ketiga terdakwa saat berada di Hotel Midtown atas sepengetahuan Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian saat itu, saksi menyatakan tidak setelah mendapat keterangan langsung.

“Kami sudah memeriksa beliaunya di salah satu kamar Apartemen, untuk memastikan kebenaran anggotanya, dan beliau mengaku tidak tahu kalau terdakwa berada di haotel Midtown,” pungkasnya.

Atas keterangan saksi tersebut, terdakwa Agung Pratidina saat diminta untuk menanggapi menyatakan bahwa keterangan saksi ada yang tidak benar. “Kasat saat itu mengetahui kegiatan kami,” ungkap Agung Pratidina menanggapi keterngan saksi. [uci/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar