Hukum & Kriminal

Sidang Rizieq Shihab Hari Ini Dijaga Ketat Polisi

Habib Rizieq Shihab. (YouTube/Front Tv)

Jakarta (beritajatim.com) – Sebanyak 1.985 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan sidang Habib Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada Jumat (26/3/2021) hari ini. Pengamanan diperketat dari sebelumnya lantaran akan dihadiri langsung oleh Habib Rizieq selaku terdakwa.

“Kekuatan yang kita siapkan 1.985 personel gabungan ya dengan adanya kegiatan sidang offline (Habib Rizieq),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis (25/3) kemarin seperti dilansir suara.com jaringan media beritajatim.com.

Berkenaan dengan itu, Yusri mengimbau simpatisan dan pendukung Habib Rizieq untuk tidak datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Sebab dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru penularan Covid-19.

“Mari kita ikuti proses hukum saja yang ada,” katanya.

Habib Rizieq dijadwalkan hadir langsung dalam persidangan kasus kerumunan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur hari ini. Kehadirannya langsung di muka pengadilan itu dapat terwujud setelah majelis hakim mengabulkan permohonannya.

“Menimbang bahwa setelah dilakukan sidang daring ternyata ada hambatan di persidangan karena ada gangguan sinyal internet tiba-tiba menurun dan terdakwa merasa tidak dapat berkomunikasi dengan baik di persidangan karena tidak bertatap muka langsung,” kata Majelis Hakim Suparman Nyompa pada sidang lanjutan Habib Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (23/3).

Kuasa hukum Habib Rizieq, Alamsyah Hanafiah pun telah menjamin bahwa kliennya akan tetap menjalankan protokol kesehatan saat nanti dihadirkan dalam ruang persidangan.

Sementara Mabes Polri menyatakan siap membantu jajaran Polda Metro Jaya dalam mengamankan agenda sidang Habib Rizieq.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono ketika itu mengatakan bantuan pengamanan akan diberikan apabila dibutuhkan.

“Seandainya Polda Metro Jaya membutuhkan tambahan kekuatan, Mabes Polri siap membackup,” kata Rusdi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/3).

Sebelumnya Selasa 16 Maret 2021, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum dan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menghadiri sidang perdana perkara Tindak Pidana “Kekarantinaan Kesehatan” atas nama terdakwa Rizieq dkk. di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Agenda sidang rencananya adalah pembacaan surat dakwaan terhadap 6 (enam) berkas Perkara Tindak Pidana “Kekarantinaan Kesehatan” atas nama Rizieq dan kawan-kawan yang dapat dirinci sebagai berikut:

1. Dakwaan untuk atas nama Terdakwa Moh. Rizieq Alias Habib Muhammad Rizieq Shihab Bin Sayyid Husein Shihab dan Terdakwa H. Haris Ubaidillah, S.Pd, Terdakwa H. Ahmad Sabri Lubis, Terdakwa Ali Alwi Alatas bin Alwi Alatas, Terdakwa Idrus Alias Idrus Al Habsyi, dan Terdakwa Maman Suryadi terkait perkara yang terjadi di Jl. KS. Tubun Petamburan Jakarta Pusat pada tanggal 13 November 2020.

KESATU : Pasal 160 KUHP jo. Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
ATAU
KEDUA : Pasal 216 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
ATAU
KETIGA : Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018
tentang Kekarantinaan Kesehatan jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
ATAU
KEEMPAT : Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
DAN
KELIMA : Pasal 82A ayat (1) jo. 59 ayat (3) huruf c dan d Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2017 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan Menjadi Undang-undang jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 10 huruf b KUHP jo. Pasal 35 ayat (1) KUHP

2. Dakwaan untuk atas nama Terdakwa Moh. Rizieq Alias Habib Muhammad Rizieq Shihab Bin Sayyid Husein Shihab, Terdakwa dr. Andi Tatat bin M. Azhar Toha, dan Terdakwa Muhammad Hanif Alatas bin Abdurachman terkait perkara yang terjadi di Rumah Sakit UMMI Jl. Empang Kota Bogor pada tanggal 27 November 2020.

PERTAMA
• PRIMAIR : Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana
• SUBSIDAIR : Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana
• LEBIH SUBSIDAIR : Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum
Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana
ATAU
KEDUA : Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah
penyakit menular Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana
ATAU
KETIGA : Pasal 216 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

3. Dakwaan untuk atas nama Terdakwa Moh. Rizieq Alias Habib Muhammad Rizieq Shihab Bin Sayyid Husein Shihab terkait perkara yang terjadi di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Mega Mendung Bogor pada tanggal 13 November 2020.
PERTAMA : Pasal 93 Undang Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan
ATAU
KEDUA : Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular
ATAU
KETIGA : Pasal 216 ayat (1) KUHP

Pada saat persidangan perkara atas nama terdakwa Rizieq dimulai (setelah pemeriksaan identitas Terdakwa dan sebelum pembacaan surat dakwaan), Tim Penasihat Hukum Terdakwa Rizieq menginterupsi Majelis Hakim dan menyatakan keberatan terhadap sidang yang dilaksanakan secara online dari pengadilan dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri), serta menghendaki agar Terdakwa Rizieq Shihab  dihadirkan secara langsung ke depan persidangan.

Atas keberatan Tim Penasihat Hukum, Majelis Hakim menskors persidangan guna diadakan rapat musyawarah Majelis Hakim untuk menanggapi keberatan dari Tim Penasihat Hukum Terdakwa tersebut. Setelah skors dicabut dan Majelis Hakim sepakat untuk tetap melanjutkan persidangan secara online, tiba-tiba Tim Penasihat Hukum berdiri dan berteriak keberatan dan menyatakan walkout dari ruang sidang.

Keberatan dan sikap Tim Penasihat Hukum tersebut diikuti oleh terdakwa Rizieq yang juga menyatakan keberatan dan meninggalkan ruang sidang tanpa izin kepada Majelis Hakim, dimana Tim Jaksa Penuntut (JPU) yang hadir di Bareskrim Polri sempat menahan agar Terdakwa Rizieq tidak meninggalkan ruang sidang, namun karena terdakwa menganggap hal tersebut sebagai hak dirinya, Terdakwa tetap pada keputusan untuk meninggalkan ruang sidang.

“Setelah itu, Majelis Hakim memerintahkan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan kembali terdakwa ke ruang sidang virtual. Namun hingga batas waktu yang diberikan oleh Majelis Hakim, terdakwa tidak berhasil dibujuk untuk hadir ke persidangan, sehingga diputuskan sidang ditunda pada hari Jumat 19 Maret 2021 dengan agenda yang sama yaitu pembacaan surat dakwaan,” kata  Leonard Eben Ezer Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum),

Sikap dan keberatan terdakwa Rizieq Shihab  diikuti 6 (enam) orang Terdakwa lainnya, kecuali terdakwa dr. Andi Tatat bin M. Azhar Toha yang tetap melanjutkan persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan dan persidangan selanjutnya dengan agenda persidangan pembacaan eksepsi (keberatan) dari Tim Penasihat Hukum Terdakwa yang akan dilaksanakan pada Selasa 23 Maret 2021. (ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar