Hukum & Kriminal

Sidang Perdana Gugatan Bos Perum ABR Terkendala Surat Tugas

Gresik (beritajatim.com) – Sidang perdana gugatan bos Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Achmad Fathoni (60) terhadap tergugat Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, ditunda pekan depan. Penundaan ini disebabkan petugas yang dikirim oleh Kejari beralasan tidak membawa surat tugas.

Ketua majelis hakim yang memimpin sidang Eddy mengawali dengan pemeriksaan kelengkapan administrasi para penggugat, dan tergugat. Yakni, Kejari Gresik dan Kepala Rumah Tahanan Kelas II B Gresik.

Dalam gugatan tersebut, Achmad Fathoni menggugat Kejari Gresik dan Kepala Rumah Tahanan Kelas II B sebesar Rp 1,2 miliar. Di sidang tersebut Kepala Rumah Tahanan Kelas II B diwakili oleh Kasi Pelayanan Tahanan Anis Handoyo. Sementara Kejari Gresik, diwakili Kasi Datun Andy Rahman yang tidak membawa surat tugas dari Kepala Kejari Gresik.

“Maaf, Yang Mulia, kami belum membawa surat tugas, sebab di internal kami sedang selesai pergantian pimpinan,” ujar Andy Rahman, Selasa (12/11/2019).

Atas jawaban dari Andy Rahman, hakim Eddy meminta perwakilan Kejari Gresik untuk keluar dari persidangan, dan memberikan waktu selama sepekan untuk membawa surat tugas.

Sementara itu, kuasa hukum penggugat yaitu Edy Purwanto mengatakan bahwa gugatan ke Kejari Gresik sudah didaftarkan jauh-jauh hari. Namun, pihak tergugat tidak siap, sehingga penggugat merasa dirugikan.

“Mohon maaf, Yang Mulia, kami sudah jauh-jauh hari mendaftarkan gugatan ini. Sehingga, kalau tergugat tidak siap. Sehingga, kami yang dirugikan,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, gugatan Achmad Fathoni terhadap Kejari Gresik dan Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Gresik terkait dugaan kesalahan administrasi saat kejaksaan setempat mengeksekusi penggugat pada Juli 2019. Kejaksaan Negeri Gresik dalam eksekusi hanya berdasarkan petikan putusan, bukan atas salinan putusan. Sidang akhirnya ditunda pekan depan dengan agenda mediasi. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar