Hukum & Kriminal

Sidang Gugatan Hak Atas Merek Malang Post, Hakim Sarankan 2 Pihak Mediasi

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai Khusaini SH MH menyarankan adanya mediasi antara PT Malang Pos Siber dengan PT Malang Pos Cemerlang yang menjalani sidang gugatan hak atas merek, Selasa (25/5/2021).

Hakim Khusaini menyebut bahwa dalam gugatan pelanggaran hak atas merek memang tidak mengenal istilah mediasi. Namun upaya mediasi itu dirasa lebih baik daripada melanjutkan ke tahap persidangan selanjutnya.

“ Sebaiknya mediasi aja dulu ya,” ujar Hakim Khusaeni.

Sementara dalam persidangan sendiri mengagendakan pembacaan gugatan yang dilakukan oleh penggugat yakni PT Malang Pos Cemerlang yang diwakilkan kuasa hukumnya Muhammad Yusuf.

Atas gugatan tersebut, pihak tergugat Hary Santoso meminta waktu satu minggu kedepan untuk mempersiapkan gugatannya.

“Kami belum siap. Kami meminta waktu menyusun jawabannya,” ungkap Hary dalam sidang yang dilakukan di Ruang Sidang Tirta I Pengadilan Negeri Kelas 1 A Khusus Surabaya.

Terkait gugatan yang dilayangkan Dirut PT Malang Pos Cemerlang, Imawan Mashuri kepada pihaknya PT Malang Pos Siber, Hary menjelaskan bahwa ia tidak mengerti pelanggaran apa yang dilakukan pihaknya. Menurut materi gugatan, PT yang diwakilinya yakni PT Malang Pos Siber menerbitkan surat kabar harian New Malang Pos pada 1 Juli 2020 yang mempunyai unsur persamaan dengan merek penggugat penerbitan PT  Malang Pos Cemerlang.

“Yang salah yang mana. Kami tidak tahu salahnya dimana. Karena kita sendiri sudah mengajukan pendaftaran merek ke HAKI (hak kekayaan intelektual) pada 19 Agustus 2020. Dan sampai saat ini status prosesnya masih aktif atau tidak ditolak. Maka dari itu apa yang kami lakukan sudah di jalurnya,” tegas Hary.

Ia kembali menegaskan bahwa secara produk, New Malang Pos dan Malang Post sudah jelas berbeda. Permasalahan yang dibawa penggugat, menurutnya hanya permasalahan huruf dalam kata Malang Post dan New Malang Pos.

Meski begitu ia siap memberikan dan membeberkan jawaban yang nantinya akan memaparkan bukti dan penjelasan mengenai dugaan yang disangkakan. Untuk persamaan nama merek yang dimaksud, Hary menyatakan siap memberi data. Mulai dari perbedaan produk, keabsahan PT Malang Pos Siber hingga data alasan lainnya.

Sementara itu dalam Sidang Gugatan No 5/Pdt.Sus-HKI/Merk/2021/PN Niaga Surabaya ini, Ketua Majelis Hakim Khusaini SH MH juga memberi opsi untuk proses sidang dapat berjalan baik.

Sementara Kuasa Hukum penggugat yakni Alhaidary saat dimintai keterangan menyatakan bahwa pihaknya mengajukan gugatan pelanggaran merek karena ada persamaan pada pokoknya yakni Malang Post.

“ Meskipun satu ada t dan satunya tidak ada tapi pengucapannya tetap sama dan ada persamaan pada pokoknya,” ujarnya.

Penambahan new dalam kata malang pos lanjut Alhaidary juga bukanlah pembeda karena pada pokoknya adanya persamaan.

“Sebenarnya ini sudah menyangkut pokok perkara dan tidak etis kalau saya beri komentar. Karena pokok perkara belum diuji dalam persidangan,” ujarnya.[uci/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar