Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Sidang Dugaan Pelecehan Seksual di Sekolah SPI, Keterangan Saksi Berbeda Dengan BAP

Kuasa hukum JE yakni, Jeffry Simatupang.

Malang (beritajatim.com) – Sidang kasus dugaan kekerasan seksual dengan terlapor berinisial JE di sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, kembali digelar di Pengadilan Negeri Kota Malang, Rabu (16/3/2022). Agenda sidang kali ini penyampaian keterangan saksi.

Ada 2 saksi pelapor berinisial G dan W yang dihadirkan secara langsung untuk menyampaikan kesaksiannya di ruang sidang. Dua orang ini merupakan saksi ke 5 yang telah dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari total 11 saksi dalam perkara dugaan kekerasan seksual ini.

Kuasa hukum JE yakni, Jeffry Simatupang mengatakan, bahwa saksi dianggap tidak konsisten dalam menyampaikan keterangannya. Menurutnya, setiap ada pertanyaan yang mereka kaitkan dengan saksi atau BAP yang lain. Saksi mengungkapkan keterangan yang berbeda.


“Bahkan saya sempat menegaskan di persidangan, sudah 3 kali saya catat terjadi perbedaan dan berubah rubah keterangannya. Kami cuma mengingatkan setiap saksi yang dihadirkan di persidangan selalu dibawah sumpah. Maka kami mengimbau untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya,” kata Jeffry usai sidang.

Jeffry bahkan yakin kasus kekerasan seksual yang dituduhkan kepada kliennya tidak benar. Sebab, hingga saat ini pihaknya belum menemukan satupun fakta yang menguatkan dakwaan tersebut.

“Kami menegaskan setiap kesaksian itu hanya 1 korban, tidak lebih. Karena isu yang beredar seolah olah banyak (korban). Ini harus dibuktikan, korban ini benar atau tidak. Kami melihat fakta sampai hari ini kami belum menemukan fakta apapun yang menerangkan terdakwa melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan. Tidak ada satu saksipun yang melihat, mendengar atau mengalami secara langsung,” papar Jeffry.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Edi Sutomo mengatakan, persidangan penyampaian keterangan saksi berjalan dengan lancar. Dia enggan memberikan komentar lebih jauh terkait ketidak konsistenan keterangan saksi tersebut. “Keterangan saksi tidak bisa disampaikan. Untuk selanjutnya sidang dilanjutkan Rabu depan, agenda pemeriksaan saksi sebanyak 2 orang saksi lagi,” tandasnya. (luc/kun)

 

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar