Hukum & Kriminal

Sidang Ditempat, Tak Pakai Masker di Kabupaten Malang Kena Denda

Malang (beritajatim.com) – Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan digelar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang, Senin (14/9/2020) siang di Pasar Tradisional Kepanjen.

Operasi Yustisi ini dipimpin langsung Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Letkol Yusub yang juga Dandim 0818, Bupati Malang HM Sanusi, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. Serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang Edi Handoyo dan juga Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Malang, Ronald Salnofri.

Dalam operasi kali ini, juga dihadirkan langsung sejumlah hakim dan jaksa. Tugas mereka, memutuskan beberapa orang yang terbukti melanggar Protokol Kesehatan Covid-19 alias tidak menggunakan masker saat berada di tempat terbuka atau ruang publik.

Beberapa masyarakat yang terjaring operasi Yustisi ini, langsung dilakukan sidang ditempat. Untuk langkah awal, para pelanggar ini akan di data dan diminta tidak mengulangi perbuatannya atau diwajibkan memakai masker saat berada di tempat umum.

“Operasi Yustisi ini upaya kami menegakkan kedisiplinan bagi masyarakat. Terutama kewajiban memakai masker,” ungkap Bupati Malang HM Sanusi.

Kata Sanusi, masyarakat yang tidak disiplin nantinya bisa dilakukan sidang ditempat. Serta dikenakan denda. “Denda ini nilainya variatif ya, Rp 100 ribu. Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan kita lakukan sampai masyarakat betul-betul disiplin menggunakan masker. Karena dengan cara memakai masker inilah kami yakin bisa mengikis penyebaran wabah Covid-19,” beber Sanusi.

Sanusi melanjutkan, pihaknya sudah membuat Surat Edaran. Bahwa masyarakat di Kabupaten Malang wajib menggunakan masker, selalu jaga jarak dan cuci tangan. “Kalau sudah pakai masker ya harus jaga jarak, jangan bersentuhan langsung. Seperti salaman, dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat harus disiplin intinya,” tegas Sanusi.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menambahkan, operasi yustisi dilakukan untuk menertibkan masyarakat yang masih enggan menggunakan masker. “Penindakan dalam operasi yustisi ini kita lakukan karena dua hal. Pertama masih ada masyarakat yang tidak menggunakan masker. Kedua belum adanya kesadaran dari masyarakat yang meningkat meski sudah kena sangsi. Jadi dalam operasi yustisi ini sebagai bentuk penindakan yang seragam. Langsung kita kenakan tindak pidana ringan dimana dendanya sesuati peraturan yang berlaku,” ujar Hendri.

Masih kata Hendri, kesadaran masyarakat terkait penggunaan masker dan menjalani protokol kesehatan masih sangat rendah. “Harus diberikan tindakan yang tegas dan mempunyai dasar hukum serta legalitas yang jelas,” pungkas Hendri. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar