Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Sholeh Meninggal Dikeroyok 10 Orang di Selatan Masjid Annabah Jember

Kapolres AKBP Hery Purnomo memberikan keterangan pers soal pengeroyokan di Jember.

Jember (beritajatim.com) – M Sholeh (46), warga Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, meninggal dunia karena dikeroyok 10 orang warga Kecamatan Ambulu. Polisi sudah menangkap tujuh orang tersangka.

“Pengeroyokan terjadi di selatan Masjid Annabah, Dusun Sumberan, Desa Ambului, Kecamatan Ambulu, Rabu (18/5/2022) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Hery Purnomo, dalam jumpa pers, di Markas Polres Jember, Kamis (19/5/2022) sore.

Malam sebelum kejadian, tersangka R mengajak Sholeh dan dua orang temannya ke rumahnya di Ambulu untuk melihat sapi. “Sesampainya di tempat kejadian, saat itu ada rekan R yang sedang duduk sambil minum arak dan mengajak korban bersama rekan-rekannya untuk bergabung minum minuman keras,” kata Hery.

Sekitar pukul 01.30, Sholeh pamit pulang. Tak terjadi apa-apa, sampai kemudian para pelaku mendengar ada teriakan ‘maling’ dari arah selatan masjid. “Para pelaku mendatangi sumber suara dan mendapati korban sudah terkapar di pinggir jalan, tidak jauh dari kendaraan roda dua yang digunakannya,” kata Hery.

Salah satu tersangka kemudian membawa Sholeh kembali ke tempat minum sebelumnya. Di sana, sepuluh orang pelaku menganiaya Sholeh. Mereka memukuli kepala, dada, dan perut Sholeh dengan bambu, kayu, dan batu. Sholeh pun mengembuskan napas terakhir di sana.

Polisi mengenakan pasal 338 KUHP subsider pasal 170 ayat 1, 2, dan 3, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Kami mengamankan barang bukti berupa bambu, batu. kayu, dan pakaian milikl korban. Kami masih mendalami motif, karena beberapa keterangan tersangka masih belum berkesesusaian. Setelah para pelaku diperiksa keseluruhan, kami akan sampaikan motif penganiayaan tersebut,” kata Hery.

Para tersangka mengaku telah menganiaya Sholeh. “Namun untuk motifnya, berdasarkan pengakuan sementara, tersangka merasa korban adalah maling, sementara di daerah mereka sering terjadi pencurian. Atas dasar tersebut dilakukan pengeroyokan. Kami akan dalami apakah direncanakan, karena memang ada indikasi-indikasi mengarah ke sana,” kata Hery.

Polisi juga menetapkan orang yang berteriak ‘maling’ menjadi tersangka. “Dia termasuk dari tujuh orang yang ikut minum bersama korban,” kata Hery.

Hery mengatakan, ada beberapa keterangan tersangka yang janggal. “Nanti kami akan coba rekonstruksi untuk bisa melihat kesesuaian dari keterangan para tersangka dan saksi dari tempat kejadian perkara,” katanya. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar