Hukum & Kriminal

Setubuhi Anak Dibawah Umur, Polisi Gadungan Ini Divonis 9 Tahun Penjara

Gresik (beritajatim.com) – Terdakwa Muhammad Fahni Fahrozi (30) warga asal Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, hanya bisa tertunduk lesu saat palu hakim memvonisnya dengan 9 tahun penjara.

Fahrozi nama panggilannya diseret ke ‘meja hijau’ karena terbukti menyetubuhi NIL dengan mengaku sebagai polisi gadungan.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Rina, SH menyakini terdakwa terbukti secara sah, dan bersalah melawan hukum melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Kelakuannya terdakwa tidak mempunyai moral. Bahkan, terdakwa tidak mempunyai kemanusiaan. Atas kelakuan terdakwa itu. Korban enggan bertemu sama orang. Bahkan anak korban cenderung di rumah.

“Secara sah terdakwa melanggar pasal 81 ayat (1) Undang-Undang RI, tentang perlindungan anak. Menjatuhi hukuman selama 9 tahun penjara,” tutur Rina sewaktu memimpin persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Jumat (26/07/2019).

Dalam dakwaannya, terdakwa melancarkan aksi birahinya terhadap korban di perkebunan mangga. Tepatnya, di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indah Rahmawati, SH dari Kejaksaan Negeri Gresik, menuntut 13 tahun penjara. Kendati lebih ringan, jaksa maupun terdakwa menerima vonis hakim. Sehingga, vonis hakim berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Hakim pun mengetuk palu tandanya sidang berakhir.

Usai divonis, terdakwa langsung dibawa ke mobil tahanan. Terdakwa terus menutupui wajahnya. Dia seakan malu tidak seperti melancarkan aksinya mencabuli anak dibawah umur. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar