Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Setelah Hubungan Badan Sesama Lelaki, Warga Ponorogo Jadi Korban Pemerasan

Press rilis yang dilakukan Polres Ponorogo terkait kasus pemerasan yang mengaku wartawan. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo melakukan ungkap kasus tindak pidana pemerasan dengan ancaman dengan para pelaku yang menyaru menjadi wartawan. Korban yang berinisial M (48), diperas untuk membayar sejumlah uang untuk kepada para pelaku yang berjumlah 6 orang. Para pelaku ini, masing-masing berinisial A (25), N (42), S (42), W (52), H(28) dan Y (19). Mereka beralamat di Provinsi Jawa Tengah.

“Dari 6 pelaku pemerasan ini, sebayak 3 orang sudah berhasil kita tangkap, yakni pelaku inisial A, N dan S. Sementara sisanya masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Ponorogo,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur C Wibowo, Rabu (8/6/2022).

Kejadian pemerasan itu berawal dari korban M yang merupakan warga Desa Tegalrejo Kecamatan Pulung itu, berkenalan dengan pelaku Y yang mengaku bernama Aldi di aplikasi GAY WALLA. Dari aplikasi itu keduanya saling bertukar nomor handphone dan percakapan beralih ke aplikasi pesan whatsapp (WA).

Seiring berjalannya waktu korban dan pelaku Y ini akhirnya ketemuan di Ponorogo. Setelah berbincang-bincang, meski keduanya laki-laki tapi melakukan hubungan badan.

“Meski sesama jenis, tetapi mereka melakukan hubungan,” katanya.

Selang beberapa hari, pelaku Y mengajak beberapa pelaku lainnya untuk menemui korban kembali. Pelaku lainnya menakuti korban dengan mengatasnamakan wartawan dan LSM untuk memberikan uang damai. Kalau tidak membayar dengan sejumlah uang yang ditentukan, dibuka rahasia korban dengan pelaku Y. Atau dilaporkan kepada aparat atau istri korban.

“Semula para pelaku meminta uang sebesar Rp 13,5 juta, tetapi akhirnya disepakati Rp 5 juta,” katanya.

Sadar merasa diperas, korban akhirnya melaporkan kejadian itu kepada polisi. Berdasarkan keterangan dari korban inilah, polisi akhirnya dapat menangkap 3 dari 6 pelaku pemerasan ini. Catur menyebut bahwa para pelaku ini memang sindikat dengan modus pemerasan dengan cara ancaman kekerasan dan atau menista agar korban memberikan barang atau uang.

“Mereka ini memang sindikat. Tiga pelaku lainnya saat ini berstatus DPO,” katanya.

Untuk ketiga pelaku yang berhasil ditangkap ini, dilakukan penahanan di rutan Mapolres Ponorogo. Mereka dijerat dengan pasal 368 ayat 1 jo pasal 369 ayat 1 KUHP. Dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara.

“Mereka terancam penjara maksimal 9 tahun penjara,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar