Hukum & Kriminal

Setelah 4 Orang Diadili, 2 Tersangka Korupsi Pasar Manggisan Jember Menyusul

Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, Zulfikar Tanjung (tengah). [foto: istimewa]

Jember (beritajatim.com) – Penyidik kepolisian telah menyerahkan berkas tahap kedua untuk perkara korupsi pembangunan Pasar Manggisan ke jaksa penuntut umum, Rabu (21/4/2021). Ini berkas dua tersangka, berinisial AS dan MHS.

“Dalam waktu dekat akan kami limpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi di Surabaya. Nanti akan kami sampaikan kepada teman-teman wartawan secara terbuka,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, Zulfikar Tanjung.

Dalam kasus ini, AS adalah pemilik perusahaan PT Dita Putri Waranawa dan bekerjasama dengan tersangka MHS dalam pembangunan Pasar Manggisan. Pembangunan pasar dikerjakan tersangka MHS tidak tercatat dalam perusahaan itu. “Kerugian negara Rp 1,3 miliar sekian berdasarkan penghitungan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan),” kata Zulfikar.

Apakah akan ada tersangka baru? “Kami akan lihat dulu,” kata Zulfikar.

Sebelumnya, sudah ada empat terdakwa kasus korupsi Pasar Manggisan yang diputus oleh pengadilan tipikor. Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember Anas Ma’ruf divonis empat tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider dua bulan penjara.

Edhy Sandy Abdur Rahman, rekanan pelaksana dari PT Dita Putri Waranawa, divonis enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 1.181.780.000. Jika uang pengganti ini tak terbayar, maka akan diganti dengan pidana tiga tahun penjara.

M. Fariz Nurhidayat, pegawai PT Maksi Solusi Engineering, divonis lima tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider dua bulan. Dia juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 90 juta. Jika tak terbayar, maka akan diganti dengan pidana satu tahun penjara.

Hanya Irawan Sugeng Widodo alias Dodik, Direktur PT Maksi Solusi Engineering, konsultan perencana Pasar Manggisan, yang diputus bebas dari dakwaan oleh majelis hakim yang diketuai Hizbullah Idri, Selasa (15/9/2020). [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar