Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Serikat Buruh Berharap Persoalan di PT New Era Segera Diselesaikan

Gresik (beritajatim.com) – Serikat buruh yang tergabung dalam DPC-FSP (Federasi Serikat Pekerja) KEP berharap persoalan yang terjadi di pabrik PT New Era segera diselesaikan. Masalah yang muncul di perusahaan tersebut sangat kompleks dan belum ada titik temu antara manajemen dengan buruh terkait penunaian hak atas upah.

“Selama satu tahun karyawan PT New Era tidak dipekerjakan, dan tidak mendapatkan upah sama sekali,” ujar Ketua KEP SPSI Gresik, Ali Muhsin, Rabu (27/04/2022).

Ali mengharapkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) serta Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah memediasi konflik ini.

Hal senada juga dikemukakan oleh Ketua Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Gresik, Agus. Menurut dia, permasalahan yang ada di PT. New Era sampai dengan sekarang belum bisa terselesaikan. Selama satu tahun karyawan setempat belum menerima upah sama sekali.

“Kami mendesak kepada Wabup Gresik agar ikut membantu dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan yang ada di PT. New Era,” katanya.

Menanggapi masalah ini, Wabup Gresik Bu Min menuturkan, Disnaker merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah daerah yang diharapkan menjadi jembatan untuk mediasi antara serikat pekerja dengan pemerintah daerah.

“Saya mendapat informasi permasalahan ketenagakerjaan yang ada di PT New Era sudah masuk ke PTUN, tinggal menunggu hasil keputusan,” tuturnya.

Wabup perempuan pertama di Gresik itu menambahkan, dirinya menghimbau kepada tenaga kerja yang masih menduduki PT New Era agar dapat mencari solusi pekerjaan lagi di luar perusahaan tersebut.

“Yang terpenting bagaimana mencari win-win solution yang terbaik terkait dengan permasalahan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik, Budi Raharjo menyatakan program kerja dari Disnaker yang sudah pernah berjalan akan tetap dilanjutkan khususnya dana operasional bagi masing-masing serikat buruh akan di masukkan ke APBD.

“Pengelolaan keuangan di Disnaker Gresik masih dalam tahap pembahasan 2023 yang kedepan akan dalokasikan dana operasional bagi buruh,” pungkasnya. (dny/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar