Hukum & Kriminal

Sepanjang 2020, Pelanggar Lalu Lintas di Kabupaten Malang Turun 13 Persen

Malang (beritajatim.com) – Jumlah pelanggar lalu-lintas di Kabupaten Malang sepanjang tahun 2020 lalu mengalami penurunan hingga 13 persen jika dibanding tahun 2019. Selama kurun waktu Januari-Desember 2020, terdapat 26.078 kendaraan yang terkena tilang. Sementara tahun 2019 lalu, terdapat 29.995 pengendara yang melanggar aturan lalu lintas di jalanan.

Kasatlantas Polres Malang, AKP Ady Nugroho, menjelaskan, penurunan jumlah pelanggar lalu-lintas di Kabupaten Malang adalah karena instruksi Polri, yakni lebih menekankan upaya persuasif terhadap pelanggar aturan lalu-lintas.

“Jadi kami hanya menindak pelanggar-pelanggar yang berpotensi kecelakaan (laka) saja. Seperti pengendara yang melawan arus. Kalau yang tidak memakai helm, kami lebih upayakan tindakan preventif seperti teguran saja terhadap pengendara. Maka dari itu, data pelanggar tahun 2020 menurun 13 persen jika dibanding 2019 lalu,” ungkap Ady Nugroho, Jumat (1/1/2021).

Ady mengatakan, alasan Satlantas Polres Malang melakukan tindakan preventif kepada pelanggar lalu-lintas, dikarenakan situasi pandemi Covid-19 yang berdampak ke psikologis dan ekonomi pengendara.

“Ketika Covid-19 warga juga kesusahan karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang dibatasi perekonomiannya. Kalau kami tilang kan ya makin susah dan psikologisnya malah down. Maka dari itu kami lebih upaya teguran saja. Dan upaya penilangan kami kurangi,” papar Ady.

Ady berharap meskipun jumlah pelanggaran lalu-lintas menurun, pengendara tetap berkendara secara aman, seperti memakai helm, dan memasang dua spion. “Pengendara juga kami imbau untuk tetap menaati rambu lalu-lintas,” Ady mengakhiri. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar