Hukum & Kriminal

Sepanjang 2020, di Ponorogo ada 1.769 Janda Baru

Suasana di Pengadilan Agama (PA) Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pada kurun waktu tahun 2020 lalu, Pengadilan Agama (PA) Ponorogo sudah memutus ribuan perkara perceraian. Data dari PA Ponorogo ada 1.769 perkara yang diputus.

Humas PA Ponorogo Misnan Maulana mengungkapkan, dari jumlah perkara perceraian yang diputus tersebut, terdiri dari 449 cerai talak dan 1.320 cerai gugat.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, perkara perceraian tahun 2020 yang lebih dominan dalam mengajukan permohonan perceraian dari pihak perempuan,” kata Misnan saat ditemui di Kantor PA Ponorogo, Jalan Ir. Juanda Kelurahan Tonatan Ponorogo, Senin (18/1/2021).

Dari beberapa alasan permohonan perceraian ini, faktor ekonomi mendominasi penyebab terjadinya perceraian tersebut. Disusul dengan hadirnya pihak ketiga, yang menyebabkan suami istri terjadi perceraian. Sehingga salah satu pasangan meninggalkan keluarga. “Alasan yang banyak kamibtemui faktor kekurangan ekonomi, kalau dibahasa PA kekurangan nafkah,” katanya.

Rata-rata, orang yang mengajukan permohonan cerai diusia produktif. Yakni diatas umur 30 tahun dan dibawah umur 50 tahun. Jika dibandingkan dengan tahun 2019, tren permohonan perceraian cenderung menurun. Saat itu, jumlah perkara perceraian mencapai 2.069. Misnan belum tahu pasti, apakah turunnya angka perceraian di Ponorogo dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang melanda pada tahun lalu.

“Data kami memang ada penurunan angka perceraian di tahun 2020 dibandingkan tahun 2019. Penurunan ini terkait pandemi atau tidak, kami ya belum tahu pastinya,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar