Hukum & Kriminal

Seorang Remaja Jadi Korban Pengeroyokan Geng Motor Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Kriminalitas di wilayah hukum Polres Gresik semakin merajalela. Kali ini, seorang remaja di Kecamatan Menganti menjadi korban pengeroyokan dan penganiyaan yang dilakukan oleh gerombolan geng motor.

Diduga aksi pengeroyokan itu dilakukan di dalam warung kopi. Tepatnya di Jalan Raya Desa Hulaan, Kecamatan Menganti.

Aksi pemukulan dan pengeroyokan terhadap korban terekam oleh kamera CCTV milik warung kopi. Video berdurasi 20 detik itu diunggah grup salah satu medsos.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu berlangsung pada Selasa (13/4) dinihari tepatnya pukul 02.20 Wib.

Ada tujuh orang remaja laki-laki langsung melakukan penyerangan. Salah satu pelaku terekam mengenakan jaket berwarna abu-abu.

Sedangkan korban mengenakan kaos hitam dan sarung biru menghadap belakang, langsung dianiaya dengan cara dipukul menggunakan ruyung yang dikeluarkan dari dalam jaket. Korban dipukul di bagian leher. Kemudian mereka meninggalkan korban yang masih berada di warung kopi.

Korban bernama Saifudin Wakit (20) merupakan salah satu anggota Hadrah Kolomunyeng yaitu kelompok hadrah dibawah asuhan Kepala Desa Setro Menganti. Korban didampingi orang tua, pengurus hadrah dan perwakilan Ansor Menganti melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Menganti.

Saifudin Wakit menuturkan, dirinya tidak tahu menahu maksud kedatangan para pelaku yang secara tiba-tiba menyerang kepalanya dengan ruyung.

“Saya tidak kenal, juga baru pertama kali melihat mereka,” tuturnya, Jumat (16/04/2021).

Ia menjelaskan saat itu dia bersama temannya sedang menunggu waktu sahur. Kemudian gerombolan itu datang mengendarai sepeda motor.

“Sempat ngobrol sebentar, tapi mereka merespon dengan nada tinggi. Tiba-tiba salah seorang dari geng tersebut menyerang tepat mengenai kepala belakang. Setelah dipukul saya langsung menjauh. Mereka juga bergegas pergi dari lokasii sambil mengancam,” paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno saat di konfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya telah melihat rekaman CCTV dan menggali keterangan dari korban dan saksi.

“Masih proses penyelidikan. Korban dan pelaku tidak saling mengenal dan sudah melapor atas peristiwa ini,” pungkasnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar