Hukum & Kriminal

Seorang Jurnalis, ABK, dan Pengangguran Ditangkap Polisi karena Hal Ini

Delapan pelaku bandar dan pengedar narkoba saat jalani gelar perkara kasus kepemilikan narkoba di Mapolrestabes Surabaya, Senin (18/11/2019). (foto: manik priyo prabowo)

Surabaya (berotajatim.com) – Delapan orang di Surabaya Sidoarjo dan juga Madura terpaksa ditangkap dan dilumpuhkan oleh petugas satuan narkoba Polrestabes Surabaya lantaran kedapatan memiliki narkoba.  Mereka merupakan pelaku kepemilikan narkoba satu jaringan.

Dari informasi kepolisian delapan orang tersebut di antaranya berprofesi sebagai seorang jurnalis, anak buah kapal (ABK), pengangguran, dan juga pekerja swasta.

“Awalnya kita menangkap seorang dengan informasi bahwa seseorang bernama Alfonsus ini mendapatkan atau memiliki narkoba yang dibeli dari Jakarta,” Jelas Kanit Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Memo Ardian saat gelar perkara di mapolrestabes Surabaya, Senin (18/11/2019).

Lebih lanjut Kompol Memo menjelaskan, dari dasar informasi tersebut, petugas akhirnya melakukan penyelidikan terhadap seorang pelaku bernama Alfonso yang tinggal di Surabaya ini. Dari informasi, Alfonsus diketahui tinggal di kawasan Jalan Kemayoran budidayan, Surabaya.

Hanya saja, saat polisi melakukan penggerebekan ke rumah tersebut, Alfonso sudah lari ke Kabupaten Nganjuk. Kemudian petugas pun melakukan pengejaran ke Kabupaten Nganjuk sesuai alamat yang disampaikan pihak keluarga.

“Sampai kita melakukan penangkapan ke Nganjuk ternyata pelaku benar berada di situ dan kita berhasil mengamankan sejumlah narkoba dengan total sekitar 900 gram,” lanjut Kompol Memo.

Usai melakukan penggeledahan dan penangkapan Alfonsus, petugas akhirnya mengembangkan kasus tersebut hingga akhirnya melakukan penangkapan 7 orang pelaku lainnya. Tujuh orang pelaku tersebut tiga antaranya adalah Subandriyo (42), Khoirul Anam (44), dan Zainul Arifin 48) warga Kota Surabaya. Dodik Irianto (44), Galih (45), dan Ujang Prasetyo (50) warga Sidoarjo. Sedangkan satu pelaku lainnya yakni Awaludin (44) adalah warga Madura.

“Untuk tujuh pelaku lainnya adalah pengedar eceran yang mengambil narkoba dari tangan Alfonsus,” sahut Memo.

Sementara itu menurut keterangan dari Alfonsus, dirinya memperoleh narkoba dari seseorang yang berada di di dalam tahanan. Berkomunikasi dengan seorang yang ada di tahanan, Alfonsus pun diminta untuk bertemu dengan seseorang yang ada di Jakarta Barat.

“Setelah sampai di Jakarta, saya bertemu dengan seorang dan disuruh mengambil barang di sebuah angkot dengan ciri-ciri orang yang sudah disebutkan. Setelah ambil barang narkoba sebanyak 1 ,5 kg saya pun pulang ke Surabaya menggunakan kereta api,” katanya.

Kini ke delapan orang harus menjalani pemeriksaan. Selain menangkap 8 pelaku petugas juga mengamankan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,3 kg. Tanya narkoba, petugas juga mengamankan sejumlah alat komunikasi buku catatan para pelanggan yang membeli narkoba timbangan elektrik, dan juga ga-rei klik yang dipakai untuk penjualan sabu-sabu aceran. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar