Hukum & Kriminal

Anak Diisolasi karena Terima Kiriman 400 butir Pil Double L

Seorang Ibu Menangis Histeris di Lapas Klas IIB Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Napi kasus narkoba, KA (23) yang menerima kiriman 400 butir pil double L mendapatkan sanksi di sel isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto. Sang ibu yang menjenguk pada, Senin (13/1/2020) menangis.

Ini lantaran, warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tidak dapat bertemu putra keduanya. MT menangis histeris dan terduduk di lantai ruang tunggu Lapas Klas IIB Mojokerto, setelah petugas melarang menemui putranya. Ia bahkan duduk lemas dan harus dibantu petugas berdiri.

Sejumlah petugas dan pengunjung berusaha mengangkat MT ke kursi di ruang tunggu pengunjung Lapas Klas IIB Mojokerto. Beberapa pembesuk perempuan berusaha menenangkan dengan memberi minuman dan memberikan minyak kayu putih kepada MT.

MT mengakui sangat syok, setelah mengetahui putranya sudah tak bisa ditemui karena harus menjalani isolasi di ruang khusus. “Syok saya, kaget anak saya di sel dan tidak boleh di besuk juga,” ungkapnya sembari mengusap air mata, Senin (13/1/2020).

Masih kata MT, ia tidak mengetahui alasan kenapa putranya yang sudah menjalani masa hukuman selama satu tahun tersebut sudah tak bisa ditemuinya lagi. Padahal, ia biasanya bisa menjenguk putranya yang dulunya bekerja di salah satu catering di Surabaya tersebut.

“Saya tidak dikasih tahu kenapa saya tidak boleh membesuk anak saya, padahal biasanya boleh. Petugas hanya memberi tahu kalau anak saya di sel, tidak bisa dibesuk. Tahunya pas saya belanja, terus orang-orang tadi umek dan akhirnya saya dikasih tahu yang punya toko,” ujarnya.

MT menambahkan, pemilik toko di Lapas Klas IIB Mojokerto tersebut memberitahu jika putranya dapat kiriman pil koplo pada, Sabtu (11/1/2020) pekan lalu. Padahal di hari yang sama ia bersama suaminya membesuk putranya tersebut, namun tidak bertemu perempuan yang mengirim pil koplo untuk putranya.

“Katanya ada menyelundupkan pil koplo di makanan. Saya juga kurang tahu yang ngirim siapa, cuman kata orang-orang yang ngirim orang Pulo. Sabtu kemarin, saya juga membesuk sama bapaknya, cuman saya gak kenal jadi gak tahu orangnya. Saya berharap, cepet ketangkap yang ngirimi anak saya,” ujarnya.

Ia berharap perempuan yang mengirimi putranya pil haram tersebut segera tertangkap sehingga ia bisa menjenguk putranya dan mengetahui alasannya. Menurutnya, setiap kali ia menjenguk putranya selalu mengingatkan agar tidak lagi terjerat kasus narkoba lagi.

“Padahal anak saya sudah tak ingatkan setiap saya jenguk. Saya juga tidak tahu kok dia kenal narkoba, mungkin dari teman-temannya. Padahal anak saya, anaknya sopan, manut sama saya, orang-orang juga heran. Semoga ketangkap yang ngirimi anak saya pil itu,” harapnya.

Sebelumnya, petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto berhasil menggagalkan penyelundupan 400 butir pil double L. Ratusan pil koplo tersebut diselundupkan salah satu pembesuk perempuan untuk napi laki-laki kasus narkoba pada, Sabtu (12/1/2020) kemarin. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar