Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Sentra Terpadu Kartini Berikan Bantuan Bagi Korban Dukun Cabul Ngawi, Ini Pertimbangannya

Richa Nurhayati, Psikolog Sentra Terpadu Kartini UPT Kementerian Sosial RI

Ngawi (beritajatim.com) – Pemudi 19 tahun asal Kabupaten Ngawi yang dihamili dukun cabul asal Beran, Kecamatan/ Kabupaten Ngawi dapat pendampingan dari Kementerian Sosial.

Bahkan, ada pula bantuan berupa sarana dan prasarana untuk merawat bayi pasca dilahirkan. Sekaligus, diberikan bantuan modal untuk bisa berwirausaha.

Pertimbangannya, orang tua korban merupakan warga kurang mampu. Ayah korban yang biasa berkeliling menggunakan sepeda untuk berjualan jajanan masih menjalani rawat jalan pasca mengalami kecelakaan.


Kemudian, ibu korban tak mungkin mampu membiayai sendiri putrinya yang bakal memiliki bayi dalam waktu kurang dari tiga bulan lagi.

Pun, Sentra Terpadu Kartini, salah satu UPT milik Kemensos telah menyalurkan bantuan tersebut. Sekaligus, dengan bantuan untuk hypnotherapy bagi korban agar berangsur mengurangi trauma.

“Khususnya untuk korban pelecehan seksual, kami harus paham dulu ini apakah korban trauma secara psikologis. Jika trauma maka harus ada pendampingan. Kemudian, pertimbangan terkait adakah masalah secara fisik, kandungannya aman dan apakah ada resiko. Kami harus pantau dan laporkan. Tapi, untuk korban ini syukur secara fisik baik ya tidak ada resiko. Tapi tetap masih harus jalani hypnotherapy,” kata Richa, Jumat (26/8/2022).

Kemudian, setelah dicek langsung ke rumah korban ternyata keluarga atau orang tua korban tersebut tergolong kurang mampu. Pihaknya pun akhirnya memilih untuk turut memberikan bantuan berupa etalase, isi etalase, dan modal agar mereka bisa membuka warung di rumah.

“Sehingga, tadi kami salurkan sekalian. Kami akan lakukan monitoring. Kami meminta Dinas Sosial Ngawi juga melalukan monitoring,” kata Richa.

Terpisah, Budi Susanto, Kepala Dinas Sosial Ngawi mengungkapkan jika pihaknya tetap akan memantau. Dia mengharap agar korban tidak memiliki kehamilan yang berisiko tinggi. Pun, pihaknya bakal menyiapkan kemungkinan jika memang harus ada orang tua asuh bagi bayi korban usai dilahirkan nanti.

“Akan kami pantau terus ya. Utamanya secara fisik apakah ibu dan bayi nanti bisa aman baik pra dan pasca kelahiran. Kami akan siapkan juga nanti jika perlu orang tua asuh bagi bayi itu nanti,” katanya. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar