Hukum & Kriminal

Sensor Uji Praktik SIM di Surabaya Tunjukkan Transparansi Polri

Surabaya (beritajatim.com) РPolrestabes Surabaya membuat trobosan baru di Satuan Lalulintas. Trobosan tersebut yakni untuk membuka data atau transparansi bidang pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM).  Program yang dikenal dengan istilan E-Drives ini dibuat khusus untuk praktik mengemudi.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Candra menjelaskan, E-Drives atau elektrik sensor mengemudi ini diterapkan belum lama ini. Bahkan, sistem canggih di era teknologi ini masyarakat bisa tahu bagaimana kesalahan saat mengemudi. Sebab, tak sedikit masyarakat yang membuat SIM tak lolos di uji praktik berkendara ini.

“Jadi memang E-Drives ini untuk transparansi dan meningkatkan sistem seiring perkembangan teknologi. Penguji praktik menaiki kendaraan akan memberikan arahan bagaimana sistem bekerja,” jelasnya kepada¬†beritajatim.com, Selasa (15/6/2021).

Lebih lanjut Teddy memaparkan, warga yang mengajukan pembuatan SIM selesai praktik berkendara akan mendapatkan hasil tertulis. Tak hanya itu, bahkan pengendara juga akan mengatahui dimana titik lokasi sensor yang terpasang disetiap titiknya.

Jika menyenggol dan berpotensi membahayakan, maka pengedara yang tes menaiki motor ini bisa dinyatakan tidak lulus uji praktik. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk menjalani uji praktik berkendara dengan baik dan benar. Supaya tak perlu lagi mengulangi pengajuan pembuatan SIM baru atau telat memperpanjang SIM.

“Transparansi ini menjadi tanda bahwa Polri melayani masyarakat secara terbuka. Oleh sebab itu, jangan sampai melakukan kesalahan saat ujian praktik berkendara nantinya,” tandasnya.

Perlu diketahui, pengajuan SIM di Indonesia termasuk Kota Surabaya pertama memerlukan tes kesehatan fisik dan psikologis, kemudian pengajuan dilanjutkan ke administrasi data pembuat SIM. Data akan diverifikasi ke sistem sesuai E-KTP yang ada di Ditjen Dukcapil  Kementerian Dalam Negeri.

Jika dinayatakan tercatat sebagai penduduk tertib administrasi, maka pembuatan SIM berlanjut ke pembayaran bank. Usai membayar ke bank, maka berlanjut pada tes teori tentang tata tertib berlalulintas. Baik itu ujian rambu-rambu lalulinta, tanda berbelok, menyalip kendaraan yang benar hingga memberikan jalan untuk pengendara lain.

Jika lulus tes ujian teori, maka akan berlanjut pada ujian pratik berkendara dengan baik, benar dan keselamatan berkendara. Jika lulus uji pratik, maka akan berlanjut pada pengambilan fisik kartu SIM.(man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar