Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Sengketa Rebutan Hotel New Banyuwangi Beach

Banyuwangi (beritajatim.com) – Hotel New Banyuwangi Beach di Jalan Gatot Subroto, Desa Ketapang, Banyuwangi menjadi rebutan sejumlah pihak yang mengklaim sebagai pemilik sah atas tanah dan bangunan. Salah satu pihak yang mengklaim sebagai pemilik sah hotel New Banyuwangi Beach itu bernama I Wayan Djingga Binatra warga Surabaya.

Herry Prasetiyo selaku Penasehat Hukum I Wayan Djingga Binatra menegaskan kliennya adalah pemilik sah Hotel New Banyuwangi Beach karena sudah dibeli pada tahun 2005 seharga Rp 700 juta.

Herry juga menyampaikan perkara yang sedang berjalan adalah perkara Perdata Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan oleh pihak bernama H.M Chandra Gunawan beserta Bambang Sugihartono Tandya melawan kliennya dan Feny Hartono alias Oei Lihung di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dalam hal bantahan kepemilikan Sertifikat yang diatasnya berdiri bangunan Hotel New Banyuwangi Beach.

“Kamipun disini punya hak dari gugatan yang diajukan klien kami sebelumnya tentang perkara Nomor 48/Pdt.G/2021/PN Byw yang telah diputus oleh PN Banyuwangi dengan amar putusan dikabulkan sebagian. Sehingga klien kami mempunyai kekuatan hak dalam mempertahankan haknya atas sebidang tanah dan bangunan yang diatasnya berdiri Hotel New Banyuwangi Beach,” ungkapnya, Senin (16/05/2022).

Herry menambahkan, sebelum terjadinya kesepakatan Akta Jual Beli (AJB) yang dibantahkan oleh para Pembantah (H.M Chandra Gunawan dan Bambang Sugihartono Tandya) dengan munculnya Sertifikat oleh para Pembantah saat ini dan dianggap sangkaan atau dugaan tentang AJB yang menurut pihaknya diduga cacat hukum sehingga menjadi tidak sah.

“Oleh karena itu, klien kami mempunyai pendirian yang kuat tentang haknya yang telah diputus oleh PN Banyuwangi tentang perkara perdata Wanprestasi yang telah diputus tanggal 6 Juli 2021 yang sudah berkekuatan hukum tetap,” ungkapnya.

Pihaknya lanjut Herry memohon kepada Ketua PN Banyuwangi agar lebih dahulu menyikapi dan menanggapi perkara ini seadil-adilnya dengan tidak mengesampingkan hak kliennya yakni putusan perkara perdata Wanprestasi yang dilakukan oleh pemilik hotel New Banyuwangi Beach yakni Fenny Hartono alias Oei Lihung.

“Dan untuk perkara bantahan ini akan kami tetap pertahankan dan jalankan untuk mengetahui fakta-fakta yang sebenarnya telah terjadi tentang Sertifikat yang dipegang oleh para Pembantah yang menurut kami diduga cacat hukum atau tidak sah,” tandasnya.

Oleh karena itu, Herry memastikan pihaknya akan bantahkan dengan dalil-dalil yang telah kita lakukan Rekonvensi (gugatan balik) karena telah terjadi Perbuatan Melawan Hukum atas Wanprestasi penyewaan setiap kamar Hotel New Banyuwangi Beach seharga Rp 40 ribu – Rp 175 ribu berdasarkan keterangan manajer hotel dalam persidangan perkara perdata PMH agenda Pemeriksaan Setempat.

“Sehingga klien kami mempunyai kekuatan hak untuk Rekonvensi tentang hasil yang diperoleh atau dinikmati dari para pihak Pembantah dikarenakan cacat hukum kepemilikan yang telah terjadi Wanprestasi,” jelasnya.

Herry mengingatkan jika Ketua PN Banyuwangi tidak melaksanakan amar putusan perkara perdata Wanprestasi kliennya itu, maka pihaknya akan melakukan gugatan perdata PMH untuk tindakan selanjutnya.

“Kami memohon kepada Ketua PN Banyuwangi untuk menyikapi putusan perdata Wanprestasi klien kami yang sudah berkekuatan hukum tetap agar dilaksanakan tanpa mengurangi hak-hak dari kliennya,” pungkasnya.

Sementara itu, Muhammad Firdaus Yulianto selaku Kuasa Hukum dari Chandra Gunawan, mengatakan jika pihaknya mengajukan gugatan bantahan. Gugatan itu dilayangkan karena kliennya tidak mengetahui urusan utang piutang antara Fenny dan Wayan.

“Jadi saya meminta majelis untuk mencabut sita jaminan. Karena kita tidak tahu menahu dan tidak memiliki urusan keterkaitan utang piutang antara Wayan dan Fenny. Dan yang paling utama proses akte jual beli dilakukan secara sah dan secara hukum dan tidak pernah ada gangguan di Hotel Banyuwangi Beach mulai tahun 2006 sampai sekarang,” tegasnya. (rin/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar