Hukum & Kriminal

Sengketa Pilkades Desa Pager Ponorogo, Keputusan Ada Ditangan Bupati

Ponorogo (beritajatim.com) – Tidak adanya kejelasan mengenai keputusan yang diambil Pemkab Ponorogo terhadap sengketa pilkades di Desa Pager, Kecamatan Bungkal Ponorogo, membuat pendukung cakades nomor urut 01 ngluruk ke gedung DPRD Ponorogo. Disana untuk kesekian kalinya, mereka menggelar aksi demo meminta wakil rakyat untuk turun tangan dengan permasalahan tersebut.

“Kami kesini meminta DPRD Ponorogo untuk mendesak Pemkab untuk membuat keputusan pembatalan penyelenggaraan pilkades di Desa Pager pada 20 Mei lalu,” kata tim sukset cakades 01 Maryono saat ditemui beritajatim.com, Kamis (13/6/2019).

Keputusan pembatalan atau dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) gencar disuarakan mereka saat unjuk rasa tersebut. Karena menurut Mulyono panitia pilkades terindikasi melakukan kecurangan. Selain itu Dia menduga panitia juga menjadi tim sukses nomor urut 02. “Adanya kejelasan ini penting, untuk membuat situasi di Desa Pager kondusif,” katanya.

Saat ini keadaan Desa Pager, dikatakan Maryono dikatakan kondusif juga tidak kondusif. Karena Selasa (11/6/2019) malam ada pos jaga yang terbakar secara misterius. Selain itu keadaan sekarang, pendukung cakades masing-masing itu masih berkelompok. Jadi belum membaur menjadi satu kesatuan masyarakat Desa Pager.

“Hari ini sedikit kecewa, karena yang nemuin bukan anggota dewan langsung tapi dari pegawai kesekretariatan DPRD,” katanya.

Disisi lain Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengungkapkan sudah menerima laporan dari panitia kabupaten tentang pilkades desa Pager. Namun dirinya mengaku belum mengambil keputusan. Karena masih akan mempertimbangkan berbagai hal. Misalnya keamanan dan keadaan kondusifitas di desa Pager itu seperti apa. “Sesuai aturan, ada waktu 20 hari kerja untuk saya memutuskannya,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar