Hukum & Kriminal

Sempat Digadaikan 9 Hari, Kapolres Gresik Serahkan Kembali Kunci Mobil ke Pemilik

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S.Bintoro Didampingi Pelaku dan Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo saat Menyerahkan Mobil Honda HRV Milik Nadia yang Digadaikan. [Foto: Deni Ali/beritajatim]

Gresik (beritajatim.com) – Kapolres Gresik AKBP Wahyu S.Bintoro menyerahkan kembali kunci mobil ke pemiliknya terkait kasus penggelapan. Pelaku atas nama Anas Basahruddin (27) warga asal Jalan Kahayan 95 Perum Gresik Kota Baru (GKB). Dia diringkus polisi karena menggadaikan mobil milik Nadia Pratiwi.

Penyerahan kunci mobil tersebut diterima langsung oleh Nadia Pratiwi (27) warga Jalan Taman Enggano Dalam IV/21 Perum GKB. Suprise-nya penyerahan kunci itu dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT RI ke 74.

Kasus penggelapan ini berawal ada laporan dari masyarakat. Mobil Honda HRV warna putih nopol W 1493 WD milik Nadia Pratiwi dibawa lari oleh Anas lalu digadaikan ke orang lain. “Dari hasil pengembangan penyelidikan. Mobil milik korban yang digadaikan itu dibawa lari ke wilayah Malang. Tetapi, pelaku kami tangkap di tempat tinggalnya,” tuturnya.

Sementara itu, Nadia Pratiwi warga Jalan Taman Enggano Dalam IV/21 Perum Gresik Kota Baru (GKB) tidak menyangka mobil yang telah dibawa lari oleh rekannya itu kembali utuh seperti semula.

“Kasus ini awalnya kaca spion mobil yang baru saya beli pecah. Selanjutnya, menghubungi Anas yang juga sales mobil. Dia berjanji bisa menyelesaikan sesuai perjanjian. Karena percaya kunci sama STNK mobil saya serahkan. Namun, setelah waktunya cukup lama dan tidak ada kabar. Dicoba dihubungi melalui ponselnya tapi malah mati. Setelah menunggu tidak ada kejelasan. Saya melapor ke polisi tidak tahunya mobil malah digadaikan ke orang lain,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menyatakan, dari hasil pengembangan serta pemeriksaan. Pelaku seorang diri menjalankan aksinya mengingat sudah mengenal korban cukup lama. “Hasil pemeriksaan pelaku mengaku terpaksa menggadaikan mobil karena butuh uang buat pembayaran dua mobil kredit miliknya yang belum dibayar,” paparnya.

Akibat perbuatannya itu, polisi menjerat pelaku dengan pasal 372 dan 378 KHUP, ancamannya di atas tiga tahun penjara. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar