Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Sempat Diduga Rugikan Negara Rp 15 Miliar, Kasus BUMD di Bangkalan SP3

Dedi Frangky Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bangkalan.

Bangkalan (beritajatim.com) – Kasus dugaan korupsi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bangkalan, atau yang saat ini disebut Perseroda, telah dihentikan oleh Kejaksaan Negeri Bangkalan. Padahal sebelumnya Kejari telah mengumumkan dugaan kerugian negara sebanyak Rp 15 miliar.

BUMD semula diduga terlibat praktik korupsi dalam penyertaan modal di PT Tanduk Majeng yakni perusahaan yang bergerak di bidang properti. Dalam dugaan kasusnya, perusahaan tersebut sedang melakukan pembangunan kompleks perumahan di wilayah Arosbaya.

Kepala Kejari Bangkalan, Chandra Saptadi melalui Kasi Intel Kejari Bangkalan, Putu Arya Wibisana pada tanggal 5 Mei 2021 menyebutkan, terdapat indikasi kerugian negara sebesat Rp 15 miliar. Oleh sebab itu, kasus yang semula dalam tahap penyelidikan dinaikkan menjadi penyidikan.

“Status yang semula penyelidikan kini meningkat menjadi penyidikan, saat ini kasus tersebut ditangani oleh pidana khusus. Untuk dugaan kerugian negara Rp 15 miliar bisa kurang bisa lebih,” ujarnya saat itu.

Setelah kasus tersebut bergulir dan diumumkan telah mengalami kerugian negara, Bupati Bangkalan merombak direksi BUMD dan melantik pejabat baru pada 3 September 2021 lalu. Namun pemilik saham tertinggi di BUMD itu tak mengakui perombakan itu dikarenanakan adanya kasus tersebut.

“Perubahan direksi ini untuk mengembalikan BUMD agar lebih sehat,” ucap Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron, saat itu (3/9/2021).

Namun, kasus tersebut tak berkembang meski telah memanggil 10 saksi. Bahkan, sejak kemarin, Senin (29/11/2021), pihak Kejari mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus tersebut. Tak hanya itu, Kejari menyebut dugaan kerugian uang negara belum terbukti.

“Kasus dihentikan sejak kemarin. Dan untuk dugaan kerugian negara sampai saat ini belum kami temukan,” ujar Dedi Franky yang saat ini menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Bangkalan.

Ia menyebut, kasus dapat dibuka kembali jika nantinya ditemukan bukti yang cukup. Selain itu, ia mengatakan belum adanya tersangka dalam kasus ini disebabkan banyak unsur yang tidak terpenuhi.

“Detailnya seperti apa nanti kami sampaikan jika memang diperlukan,” tandasnya. [sar/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan