Hukum & Kriminal

Sempat Beroperasi Lagi, Galian C Jatirembe Benjeng Gresik Akhirnya di Police Line

Gresik (beritajatim.com)- Kepolisian Resort (Polres) Gresik, akhirnya melakukan tindakan tegas terhadap pengerukan galian C di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Gresik.

Aparat penegak hukum itu, memasang police line di lokasi galian. Pasalnya, sebelum dipasang police line sempat beroperasi lagi. Kendati sebelummya pernah dihentikan oleh Satpol PP Gresik. Selain bukan peruntukkannya buat proyek perumahan.

Keberadaan galian C yang tidak memiliki izin dari Dinas ESDM Provinsi Jatim tersebut juga dianggap warga meresahkan warga karena tanah galian yang diangkut berjatuhan, mengotori, dan merusak jalan paving desa.

Kanit Tipiter Satreskrim Polres Gresik, Iptu Igo Akbar menuturkan, pihaknya mendampingi unit Pidanana Ekonomi (Pidek) Polres Gresik yang melakukan penindakannya.

“Kemarin karena ada info pengerukan lagi. Akhirnya kami segel, dan satu alat berat bego beserta tiga unit dump truk di lokasi diamankan. Kami dari unit Tipiter sifatnya hanya mem-back up,” ujarnya, Kamis (17/10/2019).

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, timnya sudah memasang police line pada alat berat dan sejumlah truk di lokasi galian C.

“Kami juga memeriksa 4 orang, jika terbukti tidal ada izinmya. Mereka akan dijerat dengan pasal 158 UU nomor 4 tahun 2009 tentang minerba, bahwa setiap orang melakukan usaha penambangan tanpa IP, IPR dan IUPK dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar,” tandasnya.

Seperti diberitakan, galian C di Desa Jatirembe pada 5 September 2019 lalu sudah pernah ditutup di beberapa titik oleh Satpol PP Provinsi Jatim, Camat Benjeng, anggota Satintel Polres Gresik, Dinas ESDM Provinsi Jatim, dan Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik. Namun, mereka masih terus beroperasi dan saat ini area lokasi galian C tersebut di police line. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar