Hukum & Kriminal

Selidiki Advokat Nakal, PERADI Surabaya Bentuk Tim 9

Surabaya (beritajatim.com) – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Surabaya sepakat untuk membentuk tim sembilan. Tim ini nantinya akan melakukan penyelidikan bagi para advokat yang melakukan pelanggaran kode etik profesi.

Yang menarik tim sembilan ini dibentuk berdasarkan kesepakatan tiga pimpinan PERADI yang ada yakni DPC Peradi Surabaya versi Fauzi Hasibuan,Juniver Girsang dan Luhut Pangaribuan.

Dalam jumpa persnya, Abdul Salam,Ketua DPC Peradi Surabaya versi Juniver Girsang mengatakan, tugas tim sembilan ini adalah melakukan penyelidikan atas adanya dugaan tindakan tidak etis yang dilakukan seorang advokat. “ Jadi tidak perlu adanya laporan, kalau misal ada indikasi atau misal ditulis teman-teman media adanya pengacara yang nakal maka kita akan lakukan penyelidikan. Kalau memang terbukti maka kita akan rekomendasikan ke Dewan Kehormatan untuk diadili secara profesi,” ujarnya, Sabtu (22/8/2020).

Masih kata Abdul Dalam, PERADI sudah bersepakat untuk memperbaiki citra advokat di Surabaya agar tidak dikotori oleh oknum advokat nakal. Sebab selama ini marak pengacara yang menjanjikan kemenangan padahal pengacara tidak boleh menjanjikan kemenangan termasuk menjadi makelar.

Senada dengan Abdul Salam, Ketua DPC Peradi Surabaya versi Luhut Pangaribuan, Robert Simangunsong mengatakan, dengan terbentuknya dewan pengawas bersama tersebut, pihaknya berharap Peradi menjadi lebih kuat meski berbeda kepimpinan. “Mudah-mudahan Peradi bisa lebih kuat dan bisa lebih cerdas mengambil langkah langkah dalam penegakan hukum,” ujarnya.

Dengan pembentukan dewan pengawas ini, Robert mengaku akan segera mensosialisasikan pembentukan dewan pengawas bersama ini ke mitra kerjanya di Jawa Timur. “Kami akan melakukan audensi dengan insitusi penegak hukum di Jatim seperti Polda dan Pengadilan Tinggi,” tukas Robert.

Ditegaskan dia, pembentukan dewan pengawas bersama ini untuk mengembalikan wibawa profesi advokat yang belakangan ini mengalami tingkat penurunan kepercayaannya di masyarakat.

“Sehingga wibawa kita sebagai penegak hukum dan masyarakat meyakini bahwa dunia advokat ini bisa memberikan pelayanan hukum tanpa mengobral janji kemenangan,” tandas Robert.

Sementara itu, Ketua DPC Peradi versi Fauzi Hasibuan, Hariyanto menegaskan, pembentukan dewan pengawas bersama ini telah melalui proses cukup panjang. “Pertama, melihat kondisi akhir-akhir ini banyak advokat yang terlihat melakukan tindakan tindakan diluar etika profesi,” kata Hariyanto.

Kedua, lanjut Hariyanto, pembentukan dewan pengawas ini telah sesuai dengan AD/ART Peradi, meski tidak dipungkiri Peradi terpecah menjadi tiga kepemimpinan. “Ada sembilan orang yang duduk di dewan pengawas bersama, tiga orang dari Pak Salam, Tiga orang dari Pak Robert dan Tiga dari saya,” beber Hariyanto.

Dikesempatan yang sama,advokat senior Purwanto meminta agar pembentukan dewan pengawas bersama ini untuk meminta restu ke DPN Peradi Pusat. “Jangan sampai ada benturan kewenangan tugas dewan pengawas dengan Majelis Dewan Kehormatan Peradi,” tandas Purwanto. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar