Hukum & Kriminal

Selesai Bunuh Teman, SR ke Kantor Polisi Bawa Celurit

Malang (beritajatim.com) – Slamet Riwansa (46 tahun) warga Jalan Muharto, tewas di sebuah ladang di Jalan Mayjend Sungkono, Kedungkandang, Kota Malang, Rabu, (20/2/2019). Ia ditemukan tergelatak di ladang tempat ia bekerja.

Slamet tewas akibat dua luka bacok di bagian depan dan belakang wajah korban. Ia meregang nyawa akibat sabetan celurit dari sahabatnya sendiri berinisial SR (56 tahun) warga Jalan Mayjend Sungkono.

“Dibacok dua kali di muka bagian depan dan belakang korban, akhirnya meninggal dunia. Kami datang ke TKP melakukan olah TKP dan membawanya ke kamar mayat RSSA,” kata Kapolsek Kedungkandang, Kompol Suko Wahyudi.

Suko Wahyudi mengatakan, usai membacok korban pelaku diantar seorang warga ke Polsek Kedungkandang. Ia menyerahkan diri setelah menghabisi nyawa korban. Ia datang membawa barang bukti sebilah celurit dengan panjang 50 centimeter.

“Barang buktinya celurit panjangnya 50 centimeter dibawa saatnya menyerahkan diri. Sebenarnya kedua orang ini sahabat, bekerja di tempat yang sama,” papar Suko.

Suko menyebut, TKP pembunuhan adalah tempat pelaku dan korban bekerja sebagai tenaga pembuat batu bata dan kayu bakar. Akibat perbuatanya, SR dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

“Pelaku masih kita lakukan pemeriksaan. Ia kami jerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan,” tandasnya. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar