Hukum & Kriminal

Selama PSBB, Polres Malang Akan Perketat Jalur Alternative

Malang (beritajatim.com) – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya sudah berjalan 3 hari. Di wilayah Kabupaten Malang, penerapan PSBB masih belum terlihat signifikan. Hal itu dapat dilihat dari masih banyak ditemuinya kendaraan yang lalu lalang maupun masyarakat yang beraktifitas di luar rumah. Terutama di beberapa titik yang biasanya menjadi pusat keramaian, seperti pasar.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan, dalam pelaksanaan PSBB yang sudah berjalan 3 hari sejak Minggu (17/5/2020) lalu, ada beberapa hal yang menjadi evaluasi. Salah satunya, masih dijumpainya beberapa masyarakat yang nekat mudik.

Namun begitu, dari pantauan yang dilakukan, AKBP Hendri Umar menyebut sudah ada penurunan pada tingkat mobilitas masyarakat, meskipun penurunan yang terjadi masih belum terlihat signifikan.

“Ya mungkin baru 10 persen sampai 15 persen, jadi belum terlalu kelihatan. Tapi kalau malam hari, sudah sangat bisa kita rasakan perbedaannya. Di atas jam 20.00 itu baru masyarakat bisa kita anggap benar-benar mematuhi aturan PSBB ini. Itu sudah jarang kita temukan adanya kerumunan dari warung kopi atau toko-toko lain,” ungkap Hendri Umar, Selasa (19/5/2020).

Menurut Hendri, pihaknya juga telah menyiapkan sanksi pada masyarakat ataupun pihak-pihak bersangkutan yang masih bandel untuk tidak mematuhi aturan PSBB. Namun untuk saat ini, pihaknya lebih menyarankan agar masyarakat untuk tidak mudik terlebih dahulu demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kalau sanksi bagi yang mudik nanti mungkin situasional, yang jelas kami menyarankan untuk tidak mudik. Karena nanti bisa saja membawa virus. Dan kami berharap agar masyarakat tidak mementingkan kepentingan pribadi dengan mudik, demi kepentingan yang lebih besar,” imbuh dia.

Hendri menambahkan, bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan melalui posko cek point yang sudah ditempatkan di beberapa titik wilayah Kabupaten Malang. Terutama di titik yang berbatasan dengan wilayah lain.

“Kalau pos cek point tidak ditambah, namun akan kami perketat. Jadi misalnya ada jalur-jalur tikus (jalan alternative-red) di daerah sekitar cek point yang bisa dijadikan manuver oleh pengendara, akan kita perketat, akan kita tempatkan personel kita disana,” pungkasnya. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar