Hukum & Kriminal

Selama Pandemi, Pemohon SIM Baru dan Perpanjangan di Surabaya Wajib Patuhi 3M

Warga saat melalukan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di SIM Corner Tunjungan Plaza I, Surabaya, Senin (16/11/2020).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya, (beritajatim.com) – Selama pandemi Covid-19, Satlantas Polrestabes Surabaya menambah tiga persyaratan bagi pemohon izin pembuatan dan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di SIM Corner Tunjungan Plaza I, Surabaya, Senin (16/11/2020).

Ketiga syarat tersebut yakni pemohon wajib memakai masker, menjaga jarak dan tangan bersih dengan mencuci tangan atau memakai handsainitizer alias 3M.

Menurut Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Candra, tambahan syarat tersebut di SIM Corner adalah kewajiban sesuai protokol kesehatan karena bisa menekan penyebaran virus. Dan penambahan syarat ini hanya berlaku selama pandemi dan sampai situasi dinyatakan kondusif. “Tambahannya hanya pake masker dan jaga jarak. Karena cuci tangan sudah disediakan pihak mall dan handsanitizer juga sudah disediakan di kantor pelayanan,” paparnya.

Sementara Riana (45), warga Asemrowo, Surabaya, mengaku lebih senang dengan tambahan syarat yakni protokol kesehatan. Sebab, dengan begitu maka warga yang mengurus administrasi pun aman dari penularan virus. “Minimal bisa menekan penularan virus Corona. Ya prokes 3M itu kesadaran kita sebenarnya, karena kita aman warga kita juga aman,” jelasnya kepada beritajatim.com.

Perlu diketahui, saat ini di Surabaya sudah memiliki 5 titik pelayanan SIM Corner. Untuk penambahan kantor pelayanan SIM Corner baru di 2020 akhir ini ada dua titik. Penambahan pelayanan ini karena untuk memecah tumpukan warga yang mengajukan pelayanan SIM.

Sebab, selama sehari lebih dari 3.000 per hari pengajuan SIM dari pembuatan baru sampai memperpanjang. Oleh sebab itu, dengan adanya lima gerai SIM Corner setidaknya bisa melayani khusus perpanjangan sebanyak 1.000 hingga 1.500 pengajuan. “Selama pandemi ini kita harus tekan antrian panjang, maka kita bikin pelayanan sejumlah titik. Sehingga penekanan penyebaran virus bisa lebih efektif dengan sistem memecah lokasi,” tandasnya. (man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar