Hukum & Kriminal

Selama 2022, Kasus Penipuan Dominasi Kejahatan di Tuban

Caption : Kapolres Tuban bersama Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba saat menggelar Konferensi Pers Di Polres Tuban.[foto : M Muthohar/beritajatim.com]

Tuban (beritajatim.com) – Persoalan aksi kejahatan atau tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Tuban masih menjadi catatan tersendiri dari hasil evaluasi selama tahun 2022 lantaran kasusnya mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari data yang dirilis oleh Polres Tuban, pada tahun 2022 jumlah kasus kriminalitas mencapai 592 kejadian dan jumlah itu meningkat sebanyak 99 kasus atau sekitar 16,72 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Adapun dari jumlah kejahatan yang terjadi di Tuban sepanjang tahun 2022, kasus kriminalitas itu didominasi kasus penipuan dengan berbagai modus.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Tuban, AKBP Rahman Wijaya, saat melakukan konferensi pers beberapa waktu lalu.

Mantan Kapolres Sumenep itu itu menjabarkan bahwa ada beberapa peristiwa yang mendominasi kriminalitas yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Tuban.

“Yang pertama pencurian dengan pemberatan dimana selama ini terdapat 56 kasus, yang kedua adalah pencurian biasa sebanyak 54 kasus. Dan yang paling tinggi adalah kasus penipuan sebanyak 116 kasus. Ini adalah perkara tindak pidana tiga terbesar selama tahun 2022,” ujar Kapolres Tuban, AKBP Rahman Wijaya, Selasa (3/01/2023).

Rahman sapaan akrabnya menjelaskan, dari 592 kasus yang dilaporkan, 449 kasus atau 75,84 persen telah diungkap.

Sebanyak 143 kasus lain masih dalam tahap proses penyelidikan oleh pihak kepolisian Polres Tuban. Dari jumlah kasus yang telah diungkap tersebut, kasus Penipuan kemudian pencurian dengan pemberatan, pencurian biasa masih mendominasi angka kriminalitas itu.

“Masih terdapat 143 kasus proses lidik. Insya Allah kita maksimalkan untuk proses lidiknya sehingga kasus-kasus tersebut untuk segera terungkap,” sambung Rahman.

Sementara itu, menurut Rahman, untuk meminimalisir terjadinya kriminalitas perlu adanya sinergi dengan seluruh komponen masyarakat. Selain itu, meningkatkan upaya preventif, preemtif atau pencegahan dengan patroli di daerah-daerah yang rawan terjadi tindak pidana.

“Kita sudah memploting daerah-daerah yang memang rawan terjadi tindak pidana. Semoga harapannya di tahun 2023 ini seluruh angka kriminalitas bisa ditekan dengan maksimal,” pungkasnya.[mut/ted]

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar