Hukum & Kriminal

Sekda Pemkab Gresik Diperiksa Kejaksaan

Gresik (beritajatim.com) – Mantan Kepala Badan Pendapatan Pengelolahan dan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik yang kini menjabat Sekretaris Daerah (Sekda), Andhy Hendro Wijaya, diperiksa Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik.

Pemeriksaan terhadap Andhy, sapaan akrabnya, terkait pengembangan perkara OTT di BPPKAD Gresik. Andhy datang di Kejaksaaan Negeri Gresik pada pukul 08.00 wib.

Mantan Kepala Badan Pendapatan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik itu, seorang diri memenuhi panggilan tim Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. Orang ketiga dilingkup Pemkab Gresik itu, diperiksa hanya sebagai saksi dari tersangka OTT BPPKAD Gresik sebesar Rp 537 juta.

Sumber terpercaya di Kejaksaan, pemanggilan Sekda Gresik terkait aliran dana yang dikumpulkan sebesar 20 hingga 30 persen dana jasa insentif pegawai per triwulan. Pasalnya,  tim Pidsus yang menangani perkara ini telah menerima hasil kloning ponsel, hard disk,  flash disk dan laptop yang di jadikan barang bukti waktu terjadi OTT.

Kajari Gresik,  Pandoe Pramoekartika didampingi Kasi Intel, R. Bayu Probo Sutopo membenarkan jika hari ini (8/2), penyidik pidsus telah memeriksa Sekda Kabupaten Gresik, Andhi Hendra Wijaya.

“Pak Sekda datang memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 08.00 WIB.  Beliau datang memenuhi panggilan sebagai saksi terkait perkara OTT di BPPKAD, yang menyeret sekretaris BPPKAD M. Muchtar,” ujar Bayu, Rabu (8/02/2019).

Sebelum pemeriksaan selesai. Kepala Inspektorat Pemkab Gresik, Harry Soerjono keluar dari Kantor Kejaksaan Negeri Gresik. Mantan Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Gresik itu, tidak banyak berkomentar banyak sewaktu ditanya wartawan.

“Kedatangan saya ke kejaksaan terkait tim pengawal dan pengaman pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D),” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Sekda Pemkab Gresik masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik. (dny/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar