Hukum & Kriminal

Sekda Gresik AHW Bantah Disebut Melarikan Diri

Gresik (beritajatim.com) – Kelanjutan sidang praperadilan dengan tersangka Andhy Hendra Wijaya (AHW) Sekda Pemkab Gresik kembali berlanjut. Kali ini, AHW melalui kuasa hukum pemohon mengajukan replik atas jawaban dari termohon Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, pada Selasa (05/11).

Dalam repliknya kuasa hukum pemohon Hariadi menolak dalil kedudukan pemohon dituduh melarikan diri.
“Klien kami (pemohon) tidak pernah melarikan diri, pemohon telah dipanggil sebagai tersangka oleh penyidik, akan tetapi tersangka tidak hadir karena ada alasan secara tertulis diberikan oleh kejaksaan,” ujarnya, Selasa (5/11/2019).

Menurut Hariadi, mengacu pada Sema RI No. O1 tahun 2018, maka jawaban dari tergugat patut untuk ditolak.

“Tidak ada bukti bahwa pemohon melarikan diri atau berstatus daftar pencarian orang, atau DPO,” paparnya.

Ia menambahkan, bukti yang diberikan oleh termohon kepada hakim merupakan bukti dari pemeriksaan BAP atas terdakwa M.Muchtar yang saat ini perkara belum inkracht, masih dalam proses banding. Hal tersebut tidak bisa dijadikan bukti permulaan untuk menetapkan tersangka.

“Tidak ada kewajiban hukum prinsipal pemohon praperadilan harus hadir di persidangan dan juga tidak ada aturan tidak hadirnya prinsipal pemohon menjadikan sebab permohonan tidak dapat diterima,” imbuhnya.

Pada akhir jawaban replik, Hariadi menegaskan dalam provisi, memerintahkan agar termohon tidak melakukan proses penyidikan dan dan tidak melakukan upaya paksa dalam bentuk apapun kepada pemohon sebelum selesainya pemeriksan praperadilan.

“Kami minta hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menolak eksepsi termohon, mengabulkan praperadilan pemohon dan menyatakan penetapan tersangka pada pemohon tidak sah,” urainya.

Sidang praperadilan tersebut dipimpin hakim tunggal Rina Indrajanti akhirnya ditunda Besok Rabu dengan agenda Duplik dari termohon dan sekaligus pembuktian baik surat maupun saksi. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar