Hukum & Kriminal

Sekali Tepuk, 10 Pemakai Sabu Takluk, Ada Oknum PNS dan Honorer

foto/ilustrasi

Jombang (beritajatim.com) – Satreskoba (Satuan Reserse dan Narkoba) Polres Jombang melakukan penggerebekan secara berantai di sejumlah tempat. Hasilnya, petugas membekuk 10 pelaku yang masih dalam satu jaringan. Mereka terdiri dari pemakai dan pengedar kristal haram tersebut.

Dari 10 pelaku itu, ada oknum PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan pegawai honorer Pemkab Jombang. Lainnya, ada pedagang ayam, kuli bangunan, kernet truk, serta pengangguran. Selanjutnya, seluruh pelaku digiring ke Polres Jombang guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kasatreskoba Polres Jombang AKP Moch Mukid mengatakan, penggerebekan tersebut dilakukan mulai Kamis malam (22/8/2019) hingga Jumat dini hari (23/8/2019). Sedangkan lokasinya di sebuah rumah Desa Sambongdukuh, pinggir jalan raya Sambongdukuh, serta di sebuah rumah di Desa Candimulyo, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Lokasi yang pertama disasar petugas di Desa Sambongdukuh. Dari penggerebekan ini petugas menangkap dua orang, yakni BN (25) dan WPP (31), keduanya warga Desa Candimulyo. “Mereka berdua ini adalah pengedar sekaligus pemakai. Dari penangkapan pertama akhirnya berkembang ke pelaku lain,” ujar Mukid, Minggu (25/8/2019).

Dari kedua pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu plastik klip berisi sabu 2,08gr, satu plastik klip sabu 1,14gr, satu plastik klip berisi sabu 0,76gr, serta satu plastik berisi 3 plastik klip masing-masing berisi sabu 0,48gr, kemudian 0,36gr dan 0,34gr.

Bukan itu saja, polisi juga mendapatk satu buah kotak plastik warna hitam berisi pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai, satu potong sedotan plastik dan buah korek api warna hitam sebagai kompor.
Kemudian dua pack plastik klip baru dan satu buah timbangan digital warna silver merk Camry.

“Total sabu yang kita sita dari penggerebekan pertama sebesar 5,6 gram. Mereka ini termasuk bandar. Ini dibuktikan dengan adanya beberapa lembar kertas bukti transfer, dua unit HP warna merah kombinasi hitam dan berikut simcardnya, serta hasil transaksi Rp1,59 juta,” ujarnya.

Dari penangkapan itu, akhirnya mengembang. Masih di Sambongdukung, petugas kemudian menangkap YP (22), warga Candimulyo dan DL (26), warga Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota lama Oeba, Kabupaten Kupang, NTT.

Dari dua orang tersebut polisi menyita satu plastik klip berisi sabu 0,78gr, satu buah kotak tempat kacamata warna hitam berisi pipet diduga masih ada sisa sabu habis dipakai, kemudian satu korek api warna merah, dan dua buah isolasi kecil warna hitam.

Dari situ berlanjut lagi hingga terdapat 10 pelaku yang dibekuk. Oknum pegawai honorer Pemkab Jombang berinisial YG (32), warga Desa Sengon, Jombang, ditangkap di pinggir Jl Raya Sambong bersama dua orang temannya. Yakni YPA (26), seorang kernet truk yang beralamat di Desa Jabon, serta MBM (36), warga Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek.

Sedangkan oknum PNS yang digerebek di sebuah rumah Desa Candimulyo adalah SY (49). Saat itu dia sedang bersama BT (24), warga Desa Mojongapit, Jombang. Dari mereka, polisi menyita beberapa barang bukti. Diantaranya, satu buah pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai dengan berat 1,66 gr, seperangkat alay hisap, serta tiga potong sedotan plastik, serta korek api sebagai kompor.

“Benar, salah satunya ada oknum PNS. Dia kita tangkap pada Jumat dini hari. Total ada 10 orang terkait sabu. Kemudan ada pengembangan lagi hingga akhirnya kita tangkap seorang mahasiswa yang kedapatan menyimpan ganja kering, lokasi penangkapan di Plumbongambang, Gudo,” kata Mukid sembari menegaskan bahwa para pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) yo Pasal 112 ayat (1) yo Pasal 127 ayat (1) UURI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar