Hukum & Kriminal

Sehari, Polres Mojokerto Bubarkan 4 Warung Buka di Siang Bolong

Salah satu warung kopi yang kedapatan buka siang hari. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Sabhara Polres Mojokerto terus melakukan penyisiran ke sejumlah warung kopi dan warung makan yang masih buka di bulan ramadan saat siang hari. Terbukti, dari hasil penelusuran Kamis (30/4/2020) kemarin ada empat warung yang diminta tutup dan pembeli diminta segera pulang.

Pembubaran kali pertama dilakukan di warung kopi Desa Jasem, Kecamatan Ngoro. Di warung dengan fasilitas wifi tersebut, petugas mendapati lima remaja sedang asyik nongkrong tanpa memperhatikan physical distancing. Petugas langsung memberikan teguran dan himbauan serta membubarkan remaja tersebut.

Penyisiran dilanjutkan di Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari. Meski sekilas warung makan tutup, ternyata di dalamnya ada sejumlah orang yang sedang nongkrong. Perlakuan yang sama pun langsung dilakukan petugas. Mereka yang sedang pesan makanan diminta untuk berkemas dan membungkus makanannya.

Warung kopi ketiga yang berada di Desa Sawahan, Kecamatan Mojosari juga dibubarkan petugas karena terdapat kerumunan massa. Petugas menyarankan agar membeli dan membungkus makanan untuk dibawa pulang. Ini dilakukan untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19.

Petugas juga melakukan pembubaran di warung kopi di Desa Sumberbendo, Kecamatan Bangsal. Setidaknya ada lima orang yang diminta cepat-cepat pulang dari warung kopi. Mereka disuruh berkemas agar tidak nongkrong lama-lama di warung kopi. Terlebih mereka juga tidak memakai masker.

Kasat Sabhara Polres Mojokerto, AKP Anwar Iskandar mengatakan, selama bulan ramadan pihaknya terus bergerak mengawasi kemungkinan adanya kerumunan massa di wilayah hukum Polres Mojokerto. “Terutama di warung kopi dan warung makan yang banyak pembelinya. Apalagi siang karena ini bulan puasa,” ungkapnya, Jumat (1/5/2020).

Masih kata Kasat, selain membubarkan kerumunan massa, pihaknya juga diimbau untuk tetap mendukung pemerintah melawan Covid-19 yang tiap harinya kian meningkat. Para pembeli tersebut juga diminta membuat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi. Sementara kepada pemilik warung dihimbau untuk melayani pembeli yang membungkus.

“Kepada pemilik warung juga saya tegaskan jika tidak boleh ada pembeli yang makan di tempat. Wajib hukumnya dibawa pulang. Kita juga berikan mereka masker yang tidak memakai masker dan melakukan jaga jarak. Jadi pagi, siang dan malam, penyisiran terus kita lakukan. Tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar