Hukum & Kriminal

Security Curi Kertas Rol Karton Diringkus Polisi, Satu Pelaku Jadi DPO

Gresik (beritajatim.com)– Jajaran Reskrim Polsek Wringinanom, Gresik, meringkus pelaku pencurian kertas rol karton milik PT Golden Box Indonesia yang berlokasi di Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Gresik.

Dari dua pelaku yang melakukan tindak pencurian. Petugas berhasil mengamankan Agus Triyono (44) yang notabene security PT Golden Box Indonesia. Agus merupakan warga Balongbendo, Sidoarjo. Sementara satu rekannya lagi yaitu Zainul Arifin warga Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Mojokerto, masuk menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Terungkapnya kasus pencurian ini bermula saat pelaku Agus Triyono yang juga security pabrik PT Golden Box Indonesia melakukan tugas jaga malam. Memasuki waktu dini hari, pelaku sengaja mematikan lampu pabrik. Selanjutnya, membuka pintu gudang kertas lalu memasukkan kedua truk yang telah disiapkan.

Sejumlah kertas rol karton tersebut, diangkat dengan menggunakan forklift yang dikemudikan oleh Zainal Arifin. Setelah kedua truck terisi penuh. Masing-masing ada 7 rol kertas karton dengan total 14 rol kertas karton langsung keluar pabrik. Kemudian, kedua pelaku itu menutup gudang kembali lalu menyalakan lampu yang sebelumnya dimatikan.

Namun, gerak-gerik kedua pelaku itu sudah terendus oleh petugas. Sehingga, petugas dari Reskrim Polsek Wringinanom, Gresik, mencurigai kendaraan tersebut lalu melakukan pemeriksaan. Sewaktu diperiksa ternyata barang-barang tersebut dikeluarkan tanpa sepengetahuan pihak manajer pabrik PT Golden Box Indonesia.

“Ditaksir akibat kasus pencurian ini manajemen PT Golden Box Indonesia mengaku mengalami kerugian kurang lebih Rp 90 juta,” ujar Kapolsek Wringinanom AKP Farel Yusuf, Selasa (10/09/2019).

Farel menambahkan, dalam kasus ini ada dua pelaku. Satu pelaku masih buron dan masuk ke daftar DPO karena melarikan diri.

“Kami juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain dua unit truk colt diesel, dua bendel surat jalan, serta uang sebesar Rp 2 juta,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pelaku Agus Triyono mengaku dirinya terpaksa mencuri karena buat tambahan kebutuhan sehari-hari.

“Gaji saya sebagai security pabrik masih kurang. Sehingga, mau tidak mau mencari tambahan dengan mencuri,” tandasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar