Hukum & Kriminal

Sebulan, Terjadi 14 Kasus Tindak Pidana Jalanan di Wilayah Hukum Polres Mojokerto

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung. [Foto; Misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi kriminalitas di tengah pademi Covid-19 di wilayah hukum Polres Mojokerto meningkat signifikan. Tercatat, dalam kurun waktu satu bulan terakhir ada 14 kasus tindak kejahatan jalanan. Angka tersebut belum termasuk laporan kepolisian yang diterima dari masyarakat.

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, meningkatnya angka kejahatan jalanan tak lepas dari meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang lebaran dan di tengah pendemi Covid-19. “Tren kejahatan jalanan ataupun konvensional yang saat ini mulai marak terjadi baik pagi maupun malam,” ungkapnya, Senin (4/5/2020).

Masih kata Kapolres, setidaknya ada 14 tindak kriminalitas terjadi di sepanjang bulan April kemarin. Tujuh Tempat Kejadian Perkara (TKP) pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tujuh pencurian dengan pemberatan dan kekerasan (curat dan curas).

“Sehingga peningkatan patroli secara berkala di titik rawan terus ditingkatkan. Setiap kali patroli kami juga menghimbau masyarakat untuk lebih antisipasi, berhati-hati dan menjaga diri. Karena belakangan ini marak curanmor dan pencurian di rumah,” katanya.

Angka tersebut diketahui belum termasuk kejadian pidana penipuan dan penggelapan serta Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang belakangan juga masuk laporan kepolisian. Pihaknya berharap, di tengah kepolisian melakukan pengamanan, semua pihak juga harus ikut berperan menekan angka kejahatan.

“Jikq ada kejadian, kiranya agar segera diinfokan ke kepolisian terdekat sehingga kami bisa gerak cepat untuk menungkap dan menangkap pelakunya. Meningkatnya kriminalitas saat ini banyak faktor yang mempengaruhi. Namun sejauh ini masih menjadi evaluasi kepolisian,” katanya.

Selain faktor ekonomi, pihaknya menilai jika aksi kejahatan jalanan terjadi lantaran ada kesempatan. Yakni masyarakat yang memarkirkan kendaraannya dengan kunci yang masih menempel. Hal tersebut menjadi niat awal pelaku melakukan aksi kejahatan.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar